Dilatih Berkarya, Warga Binaan Lapas Narkotika Karang Intan Produksi Teh Mint Laskarin

Karang Intan, Catatanpublik.com –

Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus mengasah keterampilan dan semangat berkarya melalui program pembinaan kemandirian. Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan menghadirkan kegiatan produksi Teh Mint Laskarin di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) 1 Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan. Sebagai wadah bagi warga binaan untuk mengembangkan kemampuan produktif. Dalam kegiatan tersebut, warga binaan melakukan secara langsung berbagai tahapan penyelesaian produk, mulai dari menimbang teh celup, mengemas produk, hingga memasang label Teh Mint Laskarin sebelum dipasarkan, Rabu (29/07/2026).

Kegiatan produksi Teh Mint Laskarin dilaksanakan dengan pendampingan dan pengawasan dari petugas Staf Seksi Kegiatan Kerja, Yudi Atmajaya. Pendampingan tersebut dilakukan untuk memastikan setiap tahapan produksi berjalan sesuai standar kerja, mulai dari ketepatan takaran, kerapian kemasan, hingga menjaga kualitas produk agar memiliki nilai jual dan daya saing.

Dalam prosesnya, warga binaan melakukan penimbangan isi teh celup berdasarkan takaran yang telah ditentukan. Tahapan tersebut menjadi bagian penting untuk menjaga konsistensi kualitas setiap kemasan produk. Setelah proses penimbangan selesai, warga binaan melanjutkan pengemasan teh secara rapi dan higienis, kemudian memasang label Teh Mint Laskarin sebagai identitas produk sebelum siap dipasarkan sebagai salah satu hasil karya pembinaan kemandirian Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan.

Melalui kegiatan tersebut, warga binaan tidak hanya menghasilkan sebuah produk, tetapi juga memperoleh pengalaman kerja yang melatih ketelitian, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemampuan mengikuti alur produksi. Pembinaan kemandirian ini menjadi sarana bagi warga binaan untuk mengembangkan potensi diri sekaligus mempersiapkan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

Petugas Staf Seksi Kegiatan Kerja, Yudi Atmajaya, menyampaikan bahwa produksi Teh Mint Laskarin menjadi salah satu media pembelajaran bagi warga binaan untuk meningkatkan keterampilan kerja dan membangun sikap profesional dalam menghasilkan produk berkualitas.

“Melalui kegiatan produksi Teh Mint Laskarin, warga binaan belajar memahami proses kerja secara menyeluruh, mulai dari memastikan ketepatan takaran, menjaga kerapian pengemasan, hingga memperhatikan kualitas produk. Kami berharap keterampilan yang mereka peroleh dapat menjadi bekal positif untuk meningkatkan kemandirian dan produktivitas setelah kembali ke masyarakat,” ujar Yudi.

Pelaksanaan produksi Teh Mint Laskarin berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Melalui program pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan berkomitmen menghadirkan ruang pembelajaran produktif bagi warga binaan untuk mengasah keterampilan, menciptakan karya bernilai manfaat, serta membangun kesiapan menuju proses reintegrasi sosial.

Dengan adanya kegiatan produksi tersebut, warga binaan tidak hanya dilatih untuk menghasilkan produk, tetapi juga diberikan kesempatan untuk membangun kepercayaan diri, mengembangkan kemampuan, dan membuktikan bahwa proses pembinaan dapat melahirkan karya positif yang bermanfaat bagi masa depan. (nta).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *