JOMBANG — Kasus dugaan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) terjadi di area PT Samator Gas Industri, Dusun Gambiran Utara, Desa Gambiran, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Perkara tersebut telah dilaporkan kepada Polsek Mojoagung, Polres Jombang, sebagaimana tercantum dalam Laporan Pengaduan Masyarakat (LPM) Nomor LPM/45/VIII/2026/SPKT/Polsek Mojoagung/Polres Jombang/Polda Jawa Timur.
Laporan tersebut juga dituangkan dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Nomor STPL/45/VIII/2026/SPKT/Polsek Mojoagung/Polres Jombang/Polda Jawa Timur, tertanggal 26 Agustus 2026.
Kendaraan yang dilaporkan hilang berupa Honda Vario tahun 2017 warna cokelat dengan nomor polisi L-4240-ZF. Dalam laporan, korban menyebut mengalami kerugian sekitar Rp12 juta.
Diduga Menggunakan Modus Berpenampilan seperti ODGJ
Berdasarkan keterangan yang tercantum dalam laporan, sebelum kendaraan hilang, seorang laki-laki tidak dikenal terlihat berada di sekitar sepeda motor milik korban.
Orang tersebut disebut oleh saksi memiliki penampilan seperti orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Petugas keamanan sempat menegur dan meminta orang tersebut meninggalkan area perusahaan.
Sekitar pukul 19.30 WIB, saksi kemudian melihat orang yang tidak dikenal tersebut membawa sepeda motor milik korban.
Saksi berusaha mengejar sembari meneriakkan “maling-maling”, tetapi orang tersebut berhasil melarikan diri menuju jalan raya.
Pukul 22.00 WIB, Motor Diduga Masih Digunakan
Informasi lain disampaikan oleh narasumber yang merupakan teman korban.
Menurut keterangan narasumber, setelah sepeda motor tersebut diduga dibawa dari lokasi kejadian, kendaraan itu sempat diketahui masih digunakan pada sekitar pukul 22.00 WIB.
Sebelumnya, sepeda motor tersebut juga disebut sempat terlihat di wilayah Taman Mojoagung.
Saat keberadaannya diketahui, pihak yang mengetahui kendaraan tersebut kemudian berusaha melakukan pengejaran.
Namun, pengendara sepeda motor tersebut kembali melarikan diri dan disebut bergerak ke arah Bareng.
“Setelah kejadian, sepeda motor itu masih sempat terlihat digunakan sekitar pukul 22.00 WIB. Sebelumnya juga terlihat di wilayah Taman Mojoagung dan sempat dikejar, tetapi pengendaranya kabur ke arah Bareng,” ungkap narasumber.
Informasi mengenai keberadaan sepeda motor setelah kejadian tersebut dinilai penting untuk ditelusuri karena dapat menjadi petunjuk bagi aparat dalam mengetahui jalur pergerakan kendaraan dan mengidentifikasi orang yang menggunakannya.
CCTV Diharapkan Jadi Petunjuk Penting
Selain keterangan saksi dan narasumber, keberadaan rekaman CCTV di sekitar lokasi diharapkan dapat membantu proses penyelidikan.
Polisi dapat mencermati rekaman pada rentang waktu sebelum dan sesudah kejadian, termasuk kemungkinan rekaman CCTV di jalur yang menghubungkan lokasi kejadian, Taman Mojoagung, hingga arah Bareng.
Polisi dan APH Diminta Bergerak Cepat
Korban berharap Polisi dan aparat penegak hukum (APH) segera bertindak cepat untuk mengungkap kasus tersebut.
Informasi bahwa sepeda motor diduga masih digunakan hingga sekitar pukul 22.00 WIB setelah kejadian diharapkan dapat menjadi petunjuk penting untuk menemukan kendaraan dan mengungkap pihak yang diduga terlibat.
Dugaan modus dengan menampilkan diri seperti ODGJ juga perlu didalami secara objektif oleh penyidik, termasuk apakah hal tersebut memang sengaja dilakukan untuk mengelabui petugas keamanan sebelum kendaraan dibawa keluar dari lokasi.
Masyarakat yang mengetahui keberadaan sepeda motor dengan ciri-ciri tersebut maupun memiliki rekaman CCTV pada malam kejadian diharapkan dapat memberikan informasi kepada pihak kepolisian.
Hingga saat ini, identitas orang yang diduga membawa kendaraan serta keterlibatan pihak lain masih memerlukan pembuktian melalui proses penyelidikan dan penyidikan (Red)





