Surabaya – Dinamika kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Surabaya menunjukkan wajah baru di bawah komando Armuji. Nuansa perubahan tersebut dinilai menghadirkan keseimbangan dan keterwakilan lintas faksi di internal partai.
Perjalanan kepemimpinan DPC PDIP Surabaya sebelumnya diwarnai oleh sejumlah figur, mulai dari Soetikno hingga almarhum Adi Sutarwijono, sebelum akhirnya estafet kepemimpinan sempat dipegang oleh Yordan M. Bataragoa. Kini, di tangan Armuji, struktur partai disebut lebih inklusif dan merangkul berbagai elemen.
Keterwakilan tersebut tercermin dari komposisi struktur yang mengakomodasi seluruh daerah pemilihan (dapil) di Surabaya. Dari unsur fraksi DPRD Kota Surabaya, nama-nama seperti Budi Leksono (Dapil I), Abdul Malik (Dapil II), Eri Irawan (Dapil III), Sukadar (Dapil IV), dan Syaifuddin Zuhri (Dapil V) turut mengisi struktur penting partai.
Selain itu, keterlibatan generasi penerus dari tokoh-tokoh senior PDIP juga tampak kuat. Di antaranya M. Fauzan Ismail M. (putra Saleh Ismail Mukadar), Fuad Benardi (putra Tri Rismaharini), serta Mahekswari Buana P. (putri almarhum Whisnu Sakti Buana).
Menariknya, putra Ketua DPC sendiri, Arjuna Rizki Dwi Krisnayana, tidak masuk dalam struktur terbaru meskipun dikenal sebagai salah satu peraih suara terbanyak dalam Pemilu di Surabaya. Langkah ini dinilai sebagai upaya menjaga profesionalitas dan menghindari persepsi politik dinasti, meski secara aturan hal tersebut dimungkinkan.
Dari sisi regenerasi, struktur baru juga menggabungkan kader lama dan generasi baru. Nama-nama seperti Agatha Retnosari, Siti Mariyam, hingga Habsari Savitri tetap dipertahankan, sementara kader muda seperti Eko Wahyono, Aprizaldi, dan Elni Nainggolan mulai diberi ruang strategis.
Keterwakilan perempuan juga mencapai sekitar 30 persen, menunjukkan komitmen terhadap inklusivitas dan kesetaraan gender di tubuh partai.
Secara keseluruhan, komposisi struktur DPC PDIP Surabaya saat ini dinilai telah memenuhi berbagai faktor penunjang untuk mengembalikan kejayaan partai di Kota Pahlawan. Target realistis yang diharapkan adalah mengembalikan perolehan kursi DPRD Kota Surabaya seperti pada Pemilu 2019, yakni 15 kursi, setelah pada Pemilu 2024 menurun menjadi 11 kursi.
Menanggapi hal tersebut, Yanto Banteng menyampaikan bahwa kepemimpinan Armuji membawa harapan baru bagi soliditas internal partai. Ia menilai komposisi kepengurusan saat ini sudah cukup ideal karena mampu merangkul berbagai elemen, baik kader senior maupun generasi muda.
“Ini momentum kebangkitan. Struktur sudah lengkap, tinggal bagaimana komando dijalankan dengan konsisten. Kader-kader yang belum masuk struktur juga harus tetap dirangkul, karena mereka bagian dari kekuatan partai,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga militansi kader dan membersihkan unsur-unsur yang justru melemahkan soliditas internal. Menurutnya, kader yang menjadi penghambat harus segera dievaluasi demi menjaga marwah partai.
Meski demikian, masih terdapat sejumlah kader potensial di luar struktur yang diharapkan tetap dirangkul sebagai bagian dari kekuatan konsolidasi partai. Peran mereka dinilai penting sebagai perekat untuk mengembalikan suara yang sempat hilang, sekaligus menjaga soliditas internal.
Dengan komposisi kepengurusan yang ada, publik kini menaruh harapan besar kepada Armuji untuk memainkan peran sentral dalam mengonsolidasikan kekuatan partai dan membawa PDIP Surabaya kembali berjaya sebagai representasi “partai wong cilik”.
Susunan Inti DPC PDIP Surabaya:
Ketua: Armuji
Sekretaris: Syaifuddin Zuhri
Bendahara: Agatha Retnosari
(Struktur lengkap mencakup berbagai bidang strategis mulai dari ideologi, kaderisasi, pemenangan pemilu, hingga ekonomi, sosial, dan hukum.)
Penataan struktur ini diharapkan semakin dikenal luas oleh masyarakat, mengingat masih banyak pihak, termasuk di internal akar rumput, yang belum sepenuhnya mengetahui susunan kepengurusan terbaru.
Jumat Pon, 27 Maret 2026
Yanto Banteng
Salam Seger Waras – Rahayu – Nuwun











