Banjarmasin, Catatanpublik.com –
Di tengah keterbatasan ruang gerak, harapan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik tetap tumbuh dalam diri Warga Binaan. Melalui pelayanan ibadah Gereja Yesus Hidup Sejati (YHS), Warga Binaan Kristiani Lapas Kelas IIA Banjarmasin diajak untuk kembali menghayati kasih setia Tuhan dan mensyukuri anugerah kehidupan yang selalu baru setiap hari, Rabu (4/11).
Bertempat di Gereja Oikumene Lapas Banjarmasin, ibadah diikuti Warga Binaan Kristiani bersama Pembina Gereja Oikumene. Kegiatan diawali dengan pujian dan penyembahan, kemudian dilanjutkan dengan khotbah yang disampaikan Ps. Agung Yudiputra, M.Th.
Mengangkat tema “Anugerah Tuhan Selalu Baru Tiap Hari” berdasarkan Kitab Ratapan 3:22–23, khotbah tersebut mengajak jemaat memahami bahwa kebaikan dan kasih setia Tuhan tidak pernah berakhir. Bahkan ketika seseorang mengalami kegagalan, kelemahan, maupun kesulitan, rahmat Tuhan tetap tersedia sebagai sumber kekuatan dan pengharapan.
Dalam penyampaiannya, Ps. Agung juga mengingatkan bahwa pemeliharaan Tuhan tidak semata-mata diukur dari keadaan atau apa yang dimiliki saat ini. Kesetiaan Tuhan dapat menjadi pegangan untuk menjalani setiap musim kehidupan dan menghadapi masa depan dengan penuh kepercayaan.
Petugas Subseksi Bimkemaswat, Erick Simanjuntak, menyampaikan bahwa pesan dalam renungan tersebut mengingatkan Warga Binaan agar tidak memandang kesulitan hidup sebagai akhir dari segalanya.
“Disiplin dan penderitaan yang dihadapi dalam kehidupan bukanlah sesuatu yang harus membuat kita kehilangan harapan. Kasih setia dan kebaikan Tuhan tidak terbatas, selalu baru setiap hari, dan menjadi kekuatan bagi kita untuk terus memperbaiki diri,” ujarnya.
Kalapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menyampaikan bahwa pembinaan kerohanian merupakan bagian penting dalam membangun karakter dan memberikan penguatan mental bagi Warga Binaan. Melalui kegiatan ibadah, mereka diharapkan memiliki pegangan spiritual serta semangat untuk menjalani masa pembinaan dengan lebih baik.
“Kami mendukung pelaksanaan pembinaan keagamaan bagi seluruh Warga Binaan sesuai agama dan kepercayaannya. Harapannya, melalui ibadah dan pendalaman nilai-nilai rohani, mereka dapat membangun sikap yang lebih baik, memiliki harapan, serta menjadikan pengalaman hidup sebagai pelajaran untuk masa depan,” tutur Kalapas.
Salah seorang Warga Binaan berinisial DS mengungkapkan bahwa rasa syukur menjadi bagian dari kebiasaannya dalam menjalani hari.
“Saya memulai hari dengan selalu bersyukur kepada Tuhan. Berdoa sudah menjadi rutinitas sehari-hari yang saya lakukan. Saya bersyukur karena Tuhan masih memberikan napas kehidupan dan saya bisa merasakan kesetiaan-Nya,” ungkapnya.
Melalui pelayanan ibadah ini, Lapas Banjarmasin terus memberikan ruang bagi Warga Binaan Kristiani untuk memperkuat iman, menumbuhkan rasa syukur, dan memperoleh pengharapan baru dalam menjalani masa pembinaan. (Humas Lapas Banjarmasin)









