Dari Evaluasi ke Aksi, Dindik Jatim Susun Strategi Tingkatkan Capaian TKA

Surabaya cacatanpublik com–09 Januari 2025 Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim bergerak cepat menindaklanjuti hasil Tes Kompetensi Akademik (TKA) tahun 2025 dengan menyusun berbagai strategi konkret untuk meningkatkan capaian TKA pada tahun-tahun mendatang. Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan mutu pembelajaran dan kualitas sumber daya manusia di Jawa Timur.

 

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyampaikan bahwa hasil TKA menjadi instrumen penting dalam melakukan evaluasi sekaligus perbaikan kebijakan pendidikan. Menurutnya, setiap capaian yang belum optimal harus direspons dengan aksi nyata yang terukur dan berkelanjutan.

 

“Hasil TKA bukan untuk disesali, tetapi menjadi pijakan untuk berbenah. Kami menyiapkan langkah-langkah strategis agar kualitas pembelajaran di Jawa Timur terus meningkat,” ujar Aries di Surabaya, Rabu (7/1/2026).

 

Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Jawa Timur menempati peringkat kelima secara nasional pada hasil TKA 2025. Nilai rerata mata pelajaran matematika tercatat 36,77, bahasa Inggris 25,35, dan bahasa Indonesia 56,98. Capaian ini menjadi bahan evaluasi bagi Dindik Jatim, khususnya pada aspek literasi, numerasi, dan penalaran.

 

Aries menjelaskan, TKA merupakan alat ukur capaian kompetensi akademik peserta didik yang menjadi dasar pengendalian dan penjaminan mutu pendidikan. TKA telah dilaksanakan pada jenjang SMA, SMK, SLB, serta pendidikan kesetaraan Paket C, dengan kewenangan evaluasi disesuaikan dengan jenjang dan wilayah kerja masing-masing.

 

Sebagai tindak lanjut evaluasi, Dindik Jatim menyiapkan sejumlah strategi peningkatan capaian TKA. Di antaranya melalui analisis soal berbasis higher order thinking skills (HOTS) dengan penekanan pada kemampuan penalaran dan pemecahan masalah, serta penguatan kompetensi guru agar mampu merancang pembelajaran dan penilaian yang berkualitas.

 

“Kami mendorong guru untuk lebih adaptif terhadap model pembelajaran yang menumbuhkan nalar kritis siswa, bukan sekadar hafalan,” jelasnya.

Selain peningkatan kompetensi guru, Dindik Jatim juga menyiapkan program TKA Clinic bagi sekolah dengan hasil TKA rendah. Program ini berupa pelatihan intensif pengerjaan soal berbasis penalaran bagi murid kelas akhir, serta replikasi praktik baik dari sekolah-sekolah dengan capaian unggul ke sekolah yang memerlukan intervensi.

Pemanfaatan teknologi digital turut menjadi fokus utama. Dindik Jatim akan mengoptimalkan Learning Management System (LMS) tingkat provinsi yang menyediakan bank soal dan video pembahasan, serta meluncurkan Jatim Learning Digital Vault, platform pembelajaran digital berbasis video, modul interaktif, dan bank soal yang dapat diakses oleh guru dan siswa di seluruh Jawa Timur.

Tak kalah penting, Aries menekankan penerapan pembelajaran bermakna sebagai fondasi peningkatan kualitas pendidikan. Pembelajaran ini mengaitkan materi baru dengan pengalaman dan pengetahuan yang telah dimiliki siswa, sehingga pemahaman menjadi lebih mendalam dan aplikatif.

“Jika pembelajaran berjalan secara bermakna, maka peningkatan capaian TKA akan mengikuti. Tujuan utama kami bukan hanya angka, tetapi kualitas pemahaman siswa,” tegasnya.

Sebagai upaya pendukung, pemanfaatan media digital seperti panel interaktif di ruang kelas juga akan dimaksimalkan untuk menciptakan pembelajaran yang lebih kontekstual dan partisipatif.

“Dari evaluasi ke aksi, inilah langkah Dindik Jatim untuk memastikan setiap kebijakan pendidikan berdampak langsung pada peningkatan mutu pembelajaran dan capaian TKA ke depan,” pungkas Aries.(Yud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *