Sidoarjo —13 November 2025 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo terus memperkuat upaya pencegahan banjir dengan melakukan normalisasi sungai secara intensif dan mengoperasikan rumah pompa selama 24 jam penuh di sejumlah titik rawan genangan.
Kegiatan terbaru dilakukan di sepanjang Sungai Bluru Kidul hingga Rangkah Kidul, yang menjadi salah satu jalur aliran air utama di wilayah perkotaan Sidoarjo. Puluhan petugas dari Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Kabupaten Sidoarjo tampak membersihkan tumpukan sampah dan sedimen yang menghambat aliran air sungai.
Bupati Sidoarjo, Subandi, menyampaikan bahwa langkah normalisasi ini merupakan bagian dari strategi pencegahan banjir menjelang puncak musim hujan yang diperkirakan terjadi pada November hingga Desember 2025.
“Kalau aliran air di sungai lancar dan tidak terhalang sampah, insyaallah tidak akan banjir. Kalaupun ada genangan, air akan cepat surut,” ujar Bupati Subandi, Kamis .
Selain normalisasi, Pemkab Sidoarjo juga menyiagakan rumah pompa di perbatasan Bluru Kidul selama 24 jam, untuk mempercepat proses pengaliran air dari sungai ke saluran pembuangan. Dengan begitu, air hujan tidak sampai meluap ke pemukiman warga.
“Kami maksimalkan fungsi rumah pompa agar air di Sungai Rangkah Kidul cepat mengalir dan tidak menimbulkan genangan,” tambah Subandi.
Bupati juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama dengan tidak membuang sampah ke sungai dan rutin membersihkan saluran air di sekitar rumah.
“Mari bersama-sama peduli terhadap kebersihan lingkungan kita. Dengan kerja bakti dan kesadaran bersama, sumbatan di saluran bisa dicegah, sehingga risiko banjir dapat diminimalisir,” imbaunya.
Langkah normalisasi dan pengoperasian pompa siaga ini menjadi bagian dari komitmen Pemkab Sidoarjo dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim hujan dan mewujudkan lingkungan yang aman, bersih, dan bebas genangan.(Yud)










