
Surabaya — “Rakyat tidak butuh janji manis, rakyat butuh bukti nyata!” Itulah seruan tegas Gus Har, Pengurus Ormas Barisan Gotong Royong (BGR), di tengah panasnya persaingan menuju kursi Ketua DPC PDIP Surabaya pasca kepemimpinan Adi Sutarwijono.

Di tengah bursa nama yang ramai dibicarakan, Cak Kadar mencuat sebagai kader banteng lawas yang teruji kesetiaannya pada rakyat. Menurut Gus Har, Cak Kadar bukan sekadar nama di spanduk atau wajah di baliho, tapi figur yang selalu hadir di garis depan saat warga membutuhkan.
“Sekarang ini banyak yang sibuk mengatur pencitraan, tersenyum lebar di setiap baliho, tapi ketika rakyat susah mereka tidak ada. Cak Kadar tidak seperti itu. Dia hadir tanpa diminta, turun tangan tanpa menunggu panggilan, dan memberi solusi ketika yang lain memilih diam,” tegasnya.

Gus Har menilai, modal sosial yang dimiliki Cak Kadar—kedekatan dengan warga, ormas, dan LSM—adalah kekuatan riil yang jauh lebih bernilai daripada sekadar kekuatan uang atau retorika panggung.
“Kalau PDIP ingin tetap solid dan menang telak di Surabaya, pilihlah pemimpin yang berani berjalan di jalan rakyat, yang kakinya rela kotor oleh lumpur perjuangan, bukan yang hanya licin berdiri di podium. Cak Kadar adalah jawabannya,” tandasnya.(Red)





