Cacatanpublik.com – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus memperkuat komitmen dalam menangani persoalan sampah melalui reformasi menyeluruh hingga tingkat desa.
Bupati Sidoarjo, H. Subandi, mendorong perubahan sistem pengelolaan sampah agar lebih terstruktur, transparan, dan berkelanjutan.
Subandi menegaskan bahwa reformasi pengelolaan sampah harus dimulai dari penguatan kelembagaan di tingkat desa, khususnya pengelolaan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPS3R).
Ia meminta seluruh perangkat daerah hingga pemerintah desa untuk bergerak aktif memperbaiki sistem yang selama ini belum berjalan optimal.
Dalam arahannya, Subandi menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo untuk melakukan pendampingan intensif di seluruh TPS3R yang mengalami kendala operasional.
Ia juga meminta evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan, mulai dari manajemen, sarana prasarana, hingga partisipasi masyarakat.
Subandi menegaskan bahwa pemerintah daerah akan memperkuat pengawasan secara berkala, bahkan melakukan pemantauan harian terhadap pengelolaan sampah di lapangan.
Ia menilai bahwa persoalan sampah tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur, tetapi juga menyangkut kesadaran dan kedisiplinan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo juga memperkuat langkah penegakan aturan dengan menggandeng aparat kepolisian.
Langkah ini dilakukan untuk menindak tegas pelanggaran pembuangan sampah sembarangan yang masih kerap terjadi di sejumlah wilayah.
Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Sidoarjo menyatakan akan memperbaiki sistem tata kelola TPS3R yang selama ini dinilai belum optimal.
DLHK juga menekankan pentingnya transparansi pengelolaan iuran masyarakat agar dapat digunakan secara tepat untuk operasional pengelolaan sampah.
Bupati Subandi menegaskan bahwa keberhasilan reformasi pengelolaan sampah sangat bergantung pada sinergi seluruh elemen,
mulai dari pemerintah kabupaten, perangkat desa, hingga masyarakat di tingkat RT dan RW.
Ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama memperkuat gerakan “perang melawan sampah” demi mewujudkan Sidoarjo yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.(Yud)







