Budidaya Cabai Merah Warnai Pembinaan Kemandirian Warga Binaan Lapas Narkotika Karang Intan

Karang Intan, Catatanpublik.com –

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus mengembangkan pembinaan kemandirian melalui kegiatan pertanian untuk meningkatkan keterampilan dan produktivitas warga binaan. Pada Senin (2/11/2026), petugas Lapas mendampingi warga binaan melaksanakan budi daya cabai merah di area brandgang Blok K dan L. Melalui kegiatan ini, warga binaan memanfaatkan lahan yang tersedia untuk kegiatan pertanian sekaligus mempraktikkan keterampilan bercocok tanam sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, warga binaan mengikuti tahapan budi daya cabai merah, mulai dari persiapan lahan, penanaman, penyiraman, hingga perawatan tanaman. Warga binaan melakukan penyiraman secara berkala untuk menjaga kelembapan tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman. Melalui praktik tersebut, warga binaan mengenal proses pertanian secara langsung, memahami kebutuhan tanaman, serta mempelajari cara mengelola lahan secara produktif. Setiap tahapan turut melatih ketekunan, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam menyelesaikan pekerjaan.

Petugas Seksi Kegiatan Kerja, Rahmat Fahroni, mengawasi pelaksanaan kegiatan sekaligus memberikan arahan kepada warga binaan selama proses budi daya. Pendampingan ini membantu warga binaan memahami cara merawat tanaman, mengenali kebutuhan pertumbuhannya, dan menjaga kondisi lahan agar mendukung perkembangan tanaman cabai merah. Melalui pengawasan tersebut, Lapas mengarahkan pelaksanaan pembinaan agar berjalan dengan baik dan memberikan pengalaman belajar yang bermanfaat.

Rahmat Fahroni menjelaskan bahwa budi daya cabai merah menjadi salah satu sarana pembelajaran keterampilan pertanian bagi warga binaan. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya mengoptimalkan pemanfaatan lahan, tetapi juga melatih kemampuan warga binaan dalam mengelola tanaman secara tekun dan berkelanjutan.

“Melalui kegiatan budi daya cabai merah, warga binaan mendapatkan kesempatan untuk mempelajari keterampilan pertanian secara langsung. Mereka belajar mengenali tahapan penanaman, melakukan perawatan, dan memahami hal-hal yang memengaruhi pertumbuhan tanaman. Kami berharap pengalaman ini dapat meningkatkan kemampuan mereka sehingga kelak dapat mengembangkan kegiatan pertanian secara mandiri dan produktif setelah kembali ke masyarakat,” ujar Rahmat.

Salah satu warga binaan berinisial MA menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru dalam mempelajari bidang pertanian. Keterlibatannya dalam proses budi daya membuatnya memahami pentingnya ketekunan dan perhatian dalam merawat tanaman agar tumbuh dengan baik.

“Melalui kegiatan ini, kami mendapat kesempatan untuk belajar bercocok tanam secara langsung. Kami memahami bahwa tanaman membutuhkan perawatan dan perhatian agar dapat tumbuh dengan baik. Pengalaman ini sangat bermanfaat karena keterampilan pertanian bisa kami kembangkan lagi setelah kembali ke masyarakat,” ungkap MA.

Melalui pembinaan kemandirian di bidang pertanian, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus menghadirkan kegiatan yang mendorong warga binaan mengembangkan kemampuan melalui praktik kerja produktif. Budi daya cabai merah menjadi salah satu bentuk pembelajaran yang memberikan pengalaman dalam mengelola tanaman sekaligus menanamkan kedisiplinan, ketekunan, dan tanggung jawab. Lapas berharap keterampilan tersebut dapat menjadi bekal bagi warga binaan untuk mengembangkan potensi, membuka peluang usaha, serta mempersiapkan kehidupan yang lebih mandiri dan produktif setelah kembali ke tengah masyarakat. (nta).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *