Bekali Masa Depan dengan Pendidikan, Lapas Narkotika Karang Intan Dampingi Warga Binaan Ikuti Program Paket C

Karang Intan, Catatanpublik.com –

Warga binaan mengikuti Program Pendidikan Kesetaraan Paket C yang diselenggarakan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan karakter sebagai bekal mempersiapkan masa depan setelah menjalani masa pembinaan. Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan mendampingi proses pembelajaran tersebut melalui keterlibatan petugas sebagai tutor guna memastikan warga binaan memperoleh kesempatan belajar yang optimal sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan, Senin (20/07/2026).

Sebanyak 16 warga binaan mengikuti kegiatan pembelajaran Program Pendidikan Kesetaraan Paket C yang berlangsung di ruang kunjungan Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan. Program pendidikan tersebut terlaksana melalui kerja sama dengan PKBM Annisa Kecamatan Karang Intan sebagai bentuk komitmen Lapas dalam memenuhi hak pendidikan warga binaan selama menjalani masa pembinaan.

Dalam proses pembelajaran tersebut, warga binaan mendapatkan pendampingan langsung dari petugas Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan yang berperan sebagai tutor. Adapun materi pembelajaran yang diberikan meliputi Sejarah oleh Eddy Permana, Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) oleh Muhammad Fajar, serta Bahasa Inggris oleh Taufik Hidayat.

Melalui pembelajaran Sejarah, Eddy Permana mengajak warga binaan memahami perjalanan kehidupan manusia dari masa praaksara, revolusi pertanian atau zaman Neolitikum, hingga perkembangan peradaban awal dan era klasik. Materi tersebut memberikan pemahaman mengenai proses perkembangan manusia, perubahan pola kehidupan, serta berbagai pencapaian peradaban yang menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah. Selain menambah wawasan akademik, pembelajaran ini juga mendorong warga binaan mengambil nilai positif dari setiap fase kehidupan manusia sebagai bahan refleksi untuk membangun sikap dan pribadi yang lebih baik.

“Melalui pembelajaran Sejarah, kami mengenalkan bagaimana manusia mengalami berbagai tahapan perkembangan, mulai dari masa praaksara, perubahan besar melalui revolusi pertanian pada zaman Neolitikum, hingga lahirnya peradaban-peradaban awal dan era klasik. Dari setiap perjalanan tersebut, warga binaan dapat memahami bahwa perubahan membutuhkan proses, usaha, dan kemampuan untuk beradaptasi. Nilai itulah yang dapat menjadi pembelajaran dalam membangun kehidupan yang lebih baik ke depannya,” ujar Eddy.

Sementara itu, Muhammad Fajar memberikan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dengan mengenalkan empat cabang ilmu utama, yaitu Sosiologi, Ilmu Ekonomi, Ilmu Sejarah, dan Geografi. Melalui materi tersebut, warga binaan diajak memahami berbagai aspek kehidupan manusia, mulai dari hubungan sosial antarindividu dan masyarakat, aktivitas ekonomi, perjalanan kehidupan manusia, hingga keterkaitan manusia dengan lingkungan geografisnya.

Pembelajaran IPS ini tidak hanya memperluas wawasan akademik, tetapi juga membangun pemahaman warga binaan mengenai peran dan tanggung jawabnya dalam kehidupan bermasyarakat.

“Melalui pembelajaran IPS, kami mengenalkan bahwa kehidupan manusia tidak dapat dipisahkan dari berbagai aspek sosial, ekonomi, sejarah, dan lingkungan. Dengan memahami cabang-cabang ilmu tersebut, warga binaan dapat melihat bagaimana setiap individu memiliki peran dalam masyarakat serta mempersiapkan diri untuk kembali beradaptasi dan memberikan kontribusi positif di lingkungan sekitar,” jelas Muhammad Fajar.

Selain itu, Taufik Hidayat mendampingi pembelajaran Bahasa Inggris dengan memberikan materi dasar mengenai perkenalan diri menggunakan bahasa asing. Melalui pembelajaran tersebut, warga binaan diajak memahami kosakata, penyusunan kalimat sederhana, serta cara memperkenalkan diri dengan percaya diri menggunakan Bahasa Inggris. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk meningkatkan kemampuan komunikasi sekaligus menambah keterampilan yang dapat bermanfaat dalam kehidupan setelah menyelesaikan masa pembinaan.

“Dalam pembelajaran Bahasa Inggris kali ini, kami mengenalkan materi dasar perkenalan diri agar warga binaan mampu memahami dan mempraktikkan komunikasi sederhana menggunakan Bahasa Inggris. Walaupun dimulai dari hal yang mendasar, kemampuan berkomunikasi menjadi salah satu bekal penting untuk meningkatkan kepercayaan diri dan membuka kesempatan belajar yang lebih luas ke depannya,” ungkap Taufik.

Salah seorang warga binaan berinisial NA menyampaikan bahwa Program Pendidikan Kesetaraan Paket C memberikan kesempatan berharga untuk tetap belajar dan memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan.

“Saya bersyukur masih diberikan kesempatan untuk mengikuti pendidikan. Melalui Program Paket C, saya mendapatkan ilmu baru, menambah wawasan, dan semakin termotivasi untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” ujar NA.

Pelaksanaan pembelajaran Program Pendidikan Kesetaraan Paket C berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif. Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan memastikan kegiatan pendidikan berjalan optimal dengan tetap memperhatikan aspek keamanan dan ketertiban lingkungan Pemasyarakatan.

Program Pendidikan Kesetaraan Paket C menjadi bagian dari upaya pembinaan Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan dalam memberikan bekal perubahan bagi warga binaan. Melalui pendidikan, warga binaan tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga dilatih membangun kedisiplinan, tanggung jawab, serta pola pikir positif sebagai persiapan menghadapi kehidupan setelah masa pembinaan.

Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus berkomitmen menghadirkan pembinaan yang menyentuh berbagai aspek kehidupan warga binaan. Melalui sinergi bersama lembaga pendidikan dan keterlibatan aktif petugas sebagai pendamping pembelajaran, pendidikan menjadi langkah nyata dalam membuka kesempatan perubahan agar warga binaan mampu kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih produktif, mandiri, dan bermanfaat. (nta).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *