Bangun Karakter dan Iman, Warga Binaan Nasrani Lapas Narkotika Karang Intan Ikuti Kebaktian Bersama

Karang Intan, Catatanpublik.com –

Suasana penuh damai terasa di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan pada Sabtu (14/3). Sebanyak 9 Warga Binaan yang beragama Nasrani mengikuti kegiatan kebaktian keagamaan onsite yang diselenggarakan bekerja sama dengan Yayasan Pelayanan Warga Binaan Pemasyarakatan (YPWBP) Cahaya Kasih.

Kegiatan kebaktian tersebut dipimpin langsung oleh Pendeta Carolina dari YPWBP Cahaya Kasih yang memberikan pelayanan rohani sekaligus menyampaikan firman Tuhan yang sarat dengan pesan penguatan iman, pengharapan, dan kesempatan untuk memperbaiki diri.

Selama kegiatan berlangsung, para Warga Binaan mengikuti rangkaian ibadah dengan penuh kekhusyukan, mulai dari pujian rohani, doa bersama, hingga penyampaian firman yang memberikan motivasi untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan merupakan bagian penting dalam proses pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan.

“Pembinaan kerohanian seperti kebaktian ini menjadi sarana penting bagi Warga Binaan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, menumbuhkan kesadaran diri, serta memperkuat tekad untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik ketika kembali ke masyarakat,” ujar Yugo.

Sementara itu, Pendeta Carolina dalam khotbahnya mengingatkan bahwa setiap manusia selalu memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri selama masih memiliki iman dan harapan.

“Setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah dan memulai kehidupan yang baru. Kami berharap melalui kebaktian ini para Warga Binaan dapat merasakan kasih Tuhan, menemukan kedamaian, serta memiliki semangat untuk menjalani hidup yang lebih baik ke depannya,” tutur Pendeta Carolina.

Salah satu Warga Binaan yang mengikuti kegiatan tersebut, Aleng, mengaku bersyukur dapat mengikuti kebaktian tersebut karena memberikan ketenangan batin dan semangat baru bagi dirinya.

“Kami merasa sangat bersyukur bisa mengikuti kebaktian ini. Firman yang disampaikan membuat saya lebih tenang dan memberi harapan bahwa saya masih bisa memperbaiki diri dan menjadi pribadi yang lebih baik ketika nanti kembali ke masyarakat,” ungkap Aleng.

Melalui kegiatan pembinaan keagamaan seperti ini, Lapas Narkotika Karang Intan terus berupaya menghadirkan program pembinaan yang menyentuh aspek spiritual Warga Binaan. Diharapkan, nilai-nilai kebaikan yang ditanamkan dapat menjadi bekal berharga bagi mereka untuk menjalani kehidupan yang lebih positif dan bermanfaat setelah bebas nantinya. (ysf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *