
BANGKALAN -Rapat Bamus (Badan Musyawarah) Madura pertama menghasilkan keputusan pembentukan tim formatur dengan komposisi Ketua Drs.KRH.HM.Jusuf Rizal, SH, SE,M.Si (Ketum Madas Nusantara), Sekretaris M.Taufik, SH, MH,S.Sos (Ketum Madas Sedarah) dan Bendahara Dr.Kadir,SH (Sekjen Madas Serumpun).
Rapat pertama Bamus Madura dipaksanakan, 1 April 2026 di Pendopo Kebupaten Bangkalan diihadiri unsur tiga ormas Madas, utusan ormas lain dan LSM, seperti Ikama (Ikatan Keluarga Madura), LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat), Rampak Naong, dll.
Hasil rapat pertama Bamus Madura disampaikan ke Bupati Bangkalan, Lukman Hakim di Pendopo usai rapat yang turut menyambut baik dan mengapresiasi terbentuknya Bamus Madura oleh tiga ormas ke-Maduraan Madas. Diharapkan kehadiran Bamus Madura dapat mengawal investasi dan pembangunan Pulau Madura.
“Selama ini banyak keluhan dari kalangan investor yang masuk ke Madura. Untuk itu diharapkan Bamus Madura dapat berperan aktif mendorong dan mengurai permasalahan agar investor merasa aman ber-investasi di Pulau Madura,” papar Lukman Hakim.
Jusuf Rizal, aktivis penggiat anti korupsi, Relawan Prabowo itu, menyampaikan poin-poin penting hasil rapat perdana Bamus Madura, antara lain akan segera menyusun struktur kepengurusan dari keterwakilan unsur ormas ke-Maduraan, ormas umum yang ada di Madura, akademisi, pengusaha, ulama, budayawan, tokoh-tokoh serta unsur pemerintah.

Kemudian menyusun aspek administrasi dan legal aspek agar Bamus Madura dapat bergerak sesuai aturan hukum, dan memiliki program jangka pendek, menengah dan panjang. Yang tidak kalah pentingnya adalah melakukan inventarisasi berbagai masalah.
Menurutnya Bamus Madura merupakan wadah silaturahmi, komunikasi, koordinasi maupun pengembangan ormas ke-Maduraan guna mendorong dan mengawal investasi ke Pulau Madura. Turut mendorong KEK (Kawasan Ekonomi Khusus), KIK (Kawasan Investasi Khusus) maupun pembentukan Bank Madura.
“Bamus Madura akan bersinergi dengan pemerintah dan pengusaha agar sumberdaya manusia (SDM) –para pekerja– dengan kehadiran investor dapat terserap sesuai dengan kapasitasnya,” tegas Jusuf Rizal aktivis pekerja dan buruh yang masih keturunan Arya Wiraraja, Raja Madura itu.
Lebih jauh Jusuf Rizal yang juga sebagai Presiden LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) itu mengatakan dalam waktu dekat Tim Formatur akan bertemu Kadin, Hipmi, Apindo maupun para pengusaha, tokoh Madura dan ulama guna belanja masalah terkait investasi ke Pulau Madura.
Peluncuran Bamus Madura dilakukan Wagub Propinsi Jawa Timur, Emil Dardak dengan memukul gong. Turut mendampingi Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, Wakil Bupati, Fauzan, Kapolres Bangkalan Wibowo, Ulama serta forkopimda lainnya.
Hal senada juga diungkapkan Ketua DPD LIRA Kota Surabaya, Supolo Setyo Wibowo, S.H.,M.H., menurutnya seluruh DPD LIRA Se Jawa Timur turut serta mendukung lahirnya Bamus (Badan Musyawarah) Madura, kehadirannya bersama seluruh Bupati dan Walikota LSM Lira Se-Jawa Timur ke Bangkalan selain ikut meramaikan kegiatan Rapat Bamus juga untuk mempererat tali silatuhrami antar lembaga.(Red)











