BABAT ALAS DALAM TEATRIKAL SINGO BARONG MERIAHKAN SYUKURAN SEDEKAH BUMI RW 09 KLAKAH REJO LOR, KANDANGAN, BENOWO

 

Surabaya, 1 November 2026 – Tradisi budaya dan semangat gotong royong masyarakat mewarnai kegiatan Syukuran Sedekah Bumi RW 09 Klakah Rejo Lor, Kelurahan Kandangan, Kecamatan Benowo, Surabaya Barat. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (1/11/2026) mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai tersebut dipusatkan di Lapangan RW 09 Klakah Rejo.

 

Acara diawali dengan pertunjukan teatrikal bertajuk Babat Alas yang dipersembahkan oleh Karang Taruna warga RT 04 RW 09. Mengangkat kisah Singo Barong, teatrikal tersebut menceritakan perjalanan seorang prajurit yang memiliki kekuatan dan keberanian dalam menghadapi musuh hingga membuka kawasan hutan yang kemudian berkembang menjadi sebuah perkampungan.

Pertunjukan tersebut menjadi salah satu daya tarik pembukaan acara sekaligus menggambarkan nilai sejarah, perjuangan, keberanian, dan kebersamaan yang diwariskan melalui cerita budaya masyarakat.

 

Kegiatan Syukuran Sedekah Bumi ini turut dihadiri Camat Benowo, Yuri Widarko, S.H., bersama Lurah Kandangan, Dwi Hadi Supriyanto, S.Sos., M.H., serta unsur empat pilar, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Satpol PP, tim medis kesehatan, dan jajaran panitia penyelenggara.

 

Ketua RW 09 Klakah Rejo Lor, Sutono, menyampaikan bahwa terselenggaranya kegiatan tersebut tidak lepas dari dukungan, partisipasi, dan semangat gotong royong seluruh elemen masyarakat.

 

Menurutnya, seluruh warga dari masing-masing RT turut dilibatkan dalam menyukseskan rangkaian kegiatan, mulai dari persiapan, pelaksanaan kirab budaya, hingga pengamanan dan ketertiban acara.

 

“Kesuksesan kegiatan ini merupakan hasil kebersamaan seluruh warga. Kami bergotong royong dan berpartisipasi demi menyukseskan acara Syukuran Sedekah Bumi yang menjadi tradisi serta kebanggaan masyarakat RW 09 Klakah Rejo Lor,” ungkap Sutono.

 

Kemudian, kemeriahan semakin terasa melalui pelaksanaan Kirab Budaya Tradisional dan Karnaval yang diikuti perwakilan warga dari seluruh RT se-RW 09 Klakah Rejo Lor. Setiap RT diwajibkan mengirimkan minimal 20 peserta dengan mengenakan busana adat dan pakaian tradisional Nusantara.

 

Beragam pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia ditampilkan oleh para peserta. Di antara yang mencuri perhatian adalah peserta dengan kostum adat Papua dan pakaian adat Kalimantan, khususnya Dayak. Penampilan tersebut memberikan warna tersendiri sekaligus memperlihatkan kekayaan budaya dan keberagaman suku bangsa Indonesia.

 

Tidak hanya menjadi ajang hiburan, kirab budaya tersebut juga menjadi sarana memperkenalkan dan melestarikan warisan adat istiadat Nusantara kepada generasi muda.

 

Salah satu rangkaian yang paling sakral dalam kegiatan Sedekah Bumi adalah tradisi membawa tumpeng atau gunungan dari masing-masing RT. Gunungan tersebut kemudian diarak mengelilingi lingkungan perkampungan sebagai simbol rasa syukur masyarakat atas rezeki, hasil bumi, keselamatan, serta kehidupan yang telah diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa.

 

Setelah prosesi kirab dan arak-arakan gunungan, acara dilanjutkan dengan sambutan dari tokoh serta sesepuh masyarakat, kemudian pembacaan doa yang ditujukan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus penghormatan terhadap para leluhur yang telah mewariskan sejarah dan tradisi kampung.

 

Rangkaian prosesi kemudian ditutup dengan tradisi rebutan tumpeng atau gunungan oleh warga yang hadir. Suasana penuh antusiasme dan kebersamaan terlihat ketika masyarakat berpartisipasi dalam tradisi tersebut sebagai simbol harapan memperoleh keberkahan dan kemakmuran.

 

Menariknya, keberagaman busana adat yang dikenakan peserta menjadi gambaran nyata semangat persatuan di tengah perbedaan. Kostum adat Papua hingga Kalimantan (Dayak) seolah merepresentasikan kekayaan budaya bangsa yang harus terus dijaga dan dilestarikan.

 

Melalui kegiatan Syukuran Sedekah Bumi ini, masyarakat RW 09 Klakah Rejo Lor tidak hanya mempertahankan tradisi turun-temurun, tetapi juga memperkuat tali silaturahmi, meningkatkan kepedulian sosial, serta menumbuhkan semangat gotong royong antarwarga.

 

Semangat Bhinneka Tunggal Ika yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu jua menjadi pesan penting dalam perayaan tersebut. Keberagaman suku, adat, dan budaya justru menjadi kekuatan untuk mempererat persatuan dan kesatuan bangsa.

 

Dengan demikian, Syukuran Sedekah Bumi RW 09 Klakah Rejo Lor menjadi momentum kebersamaan masyarakat dalam menjaga warisan budaya leluhur sekaligus mewariskan nilai-nilai persatuan, kerukunan, dan gotong royong kepada generasi penerus.(Goni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *