ARPG Jatim: Jangan Cederai Nama Baik Presiden Prabowo dengan Program MBG Amburadul

Surabaya, –Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah untuk siswa Sekolah Rakyat (Sera) kembali menuai sorotan. Sejumlah siswa di berbagai daerah mengeluhkan sakit perut usai mengonsumsi makanan yang disediakan dalam program tersebut.

Menanggapi hal itu, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menyebut keluhan tersebut mungkin disebabkan karena siswa belum terbiasa mengonsumsi makanan bergizi dengan kualitas lebih tinggi.

“Mungkin mereka belum terbiasa makan enak. Tubuhnya perlu adaptasi dengan asupan gizi yang lebih baik,” ujar Saifullah di Jakarta, Selasa (5/8/2025).

Pernyataan tersebut langsung memicu kritik tajam dari Aliansi Relawan Prabowo Gibran (ARPG) Jawa Timur. ARPG menilai komentar Mensos justru merendahkan para siswa yang menjadi sasaran program.

“Apa yang disampaikan Kemensos Saifullah Yusuf ini sangat keterlaluan dan bagian dari sifat dobolisasi bin tololisasi. Seharusnya sebelum program MBG diberikan kepada siswa, lebih dulu dihidangkan kepada para pejabat, DPR, termasuk Kemensos, agar mereka tahu seperti apa rasa dan kualitas makanan MBG selama ini,” tegas ARPG Jatim.

Sementara itu, Gus Har selaku Pengurus ARPG Jawa Timur menegaskan bahwa program MBG tidak boleh asal jalan tanpa pengawasan yang ketat.
“Faktanya banyak keluhan dari siswa maupun guru terkait hidangan MBG. Pemerintah wajib melakukan evaluasi total. Jangan sampai program yang seharusnya menyehatkan malah menimbulkan sakit. Kami minta ada audit kualitas bahan pangan, pelibatan ahli gizi independen, dan transparansi anggaran agar publik tahu dana besar ini benar-benar digunakan untuk kualitas makanan yang layak,” ujarnya.

Lebih lanjut, Gus Har juga menyarankan agar hidangan MBG tidak hanya disajikan kepada siswa, tetapi juga dirasakan langsung oleh pejabat negara.
“Kalau bisa semua pejabat, DPR, TNI, dan Polri juga ikut merasakan kenikmatan hidangan MBG setiap hari. Dengan begitu mereka akan benar-benar paham seperti apa kualitas makanan yang selama ini diberikan kepada anak-anak bangsa,” imbuhnya.

ARPG Jatim juga mendesak Presiden RI Prabowo Subianto untuk turun tangan langsung mengawasi program MBG agar tidak hanya menjadi proyek pencitraan.
“Kami meminta Presiden Prabowo melakukan pengawasan ketat dan jika perlu mengganti pihak-pihak yang terbukti lalai atau sengaja bermain-main dengan kualitas makanan anak bangsa. Program ini adalah amanat besar yang menyangkut masa depan generasi penerus, jadi tidak boleh main-main,” tegas Gus Har.

Selain itu, Gus Har menekankan bahwa MBG adalah program langsung Presiden Prabowo Subianto, sehingga pelaksanaannya harus dijaga serius agar tidak merusak reputasi kepala negara.
“Jangan sampai program mulia ini justru mencederai nama baik Presiden. Kami relawan tidak ingin nama besar Pak Prabowo cedera hanya karena MBG tidak sesuai harapan rakyat, terutama para siswa. Kami akan terus mengawal agar MBG benar-benar bermanfaat sesuai cita-cita Presiden,” pungkasnya.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *