
TANGGAMUS.CATATANPUBLIK.COM— Peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang berada di perairan Selat Sunda kembali berdampak pada kawasan daratan di Provinsi Lampung. Sejak pagi hari, hujan abu vulkanik dengan intensitas tipis hingga sedang dilaporkan mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Tanggamus.
Fenomena ini mulai dirasakan masyarakat sejak subuh. Debu vulkanik berwarna abu-abu kehitaman perlahan mengendap dan membentuk lapisan tipis hingga tebal di atas atap rumah, kaca jendela, dedaunan, serta kendaraan yang terparkir di area terbuka.
Sebaran abu vulkanik kali ini terbilang lumayan luas. Wilayah pesisir seperti Kecamatan Cukuh Balak dan Kelumbayan menjadi area pertama yang terpapar langsung, sebelum akhirnya material abu terbawa angin hingga menjangkau kawasan dataran tinggi di Kecamatan Pulau Panggung dan Ulubelu.
Paparan material halus tersebut mulai memicu keluhan kesehatan di tengah masyarakat. Sejumlah warga yang tetap beraktivitas di luar rumah tanpa alat pelindung diri mengaku mengalami iritasi mata, tenggorokan gatal, hingga batuk-batuk. Kondisi ini makin diperparah oleh tiupan angin yang kembali menerbangkan debu kotor di permukaan jalan.
Aktivitas harian warga pun terganggu. Warga harus berulang kali menyiram dan menyapu halaman rumah agar lapisan debu tidak licin saat terpapar air. Di sektor transportasi, para pengendara sepeda motor di jalur lintas Pulau Panggung-Ulubelu terpaksa melambatkan laju kendaraan karena jarak pandang yang terbatas dan jarak pandang terhalang debu halus yang beterbangan.
Tak hanya mengancam kesehatan masyarakat, sektor pertanian dan perkebunan yang menjadi tumpuan ekonomi warga Tanggamus juga dibayang-bayangi kerugian. Para petani di kawasan dingin Ulubelu dan Pulau Panggung mengeluhkan kondisi tanaman komoditas unggulan seperti kopi dan sayur-mayur yang tertutup endapan abu tebal.
Merespons kondisi darurat tersebut, berbagai pihak mulai turun ke lapangan untuk menanggulangi dampak erupsi. Forum PPRI DPW Lampung melalui perwakilan organisasi, Setiawan menyampaikan imbauan langsung agar warga membatasi kegiatan di luar gedung serta disiplin menggunakan APD mandiri.
“Kami mengimbau kepada seluruh warga untuk membatasi aktivitas di luar rumah. Jika harus keluar, selalu gunakan masker dan pelindung mata guna mengantisipasi gangguan pernapasan serta iritasi mata akibat paparan abu halus ini,” tegas Setiawan.
Pernyataan senada disampaikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanggamus. Pihak BPBD meminta warga untuk tetap tenang, tidak termakan isu hoaks, namun tetap meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap potensi bahaya sekunder.
“Kami mengimbau warga yang beraktivitas di luar rumah, khususnya di wilayah pesisir hingga Pulau Panggung dan Ulubelu, untuk selalu mengenakan masker dan kacamata pelindung guna menghindari iritasi akibat paparan abu halus,” bunyi keterangan resmi pihak BPBD Tanggamus.
Sebagai bentuk tindakan cepat, petugas gabungan dari BPBD, relawan, dan instansi terkait bergerak membagikan ribuan masker gratis kepada para pengguna jalan dan masyarakat terdampak.
Selain itu, pihak berwenang terus berkoordinasi intensif dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk memantau pergerakan arah angin dan status Gunung Anak Krakatau.
Red.









