Cacatanpublik.com,// Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi PKS, Agus Cahyono, memanfaatkan masa reses pada 8–15 Februari 2026 untuk menyerap aspirasi masyarakat di Daerah Pemilihan (Dapil) IX, khususnya di Kabupaten Ponorogo.
Fokus utama pertemuan kali ini adalah pemberdayaan purna Buruh Migran Indonesia (BMI) dan penyandang disabilitas.
Dalam dialog dengan komunitas purna migran dan Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI),
“Agus menekankan bahwa reses adalah momentum penting untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat di akar rumput.
“Dari purna buruh migran, aspirasi utamanya adalah pelatihan dan pendampingan usaha agar mereka bisa mandiri dan tidak kembali bekerja di luar negeri.
Harapannya, sepulang dari luar negeri mereka bisa sukses secara ekonomi di negeri sendiri,” ujar Agus.
Agus menekankan bahwa semangat “sukses di negeri orang, mandiri di negeri sendiri”
perlu didukung dengan program konkret, seperti pelatihan kewirausahaan, akses permodalan, dan pendampingan berkelanjutan dari pemerintah.
Selain purna migran, aspirasi serupa juga datang dari penyandang disabilitas. Mereka berharap mendapatkan kesempatan kerja yang setara,
serta dukungan dalam pengembangan potensi dan prestasi, termasuk bagi atlet disabilitas yang berprestasi.
“Teman-teman disabilitas ingin memperoleh peluang kerja yang layak dan setara.
Mereka juga membutuhkan dukungan program pemberdayaan, pelatihan, dan pendampingan agar potensi mereka bisa maksimal,” jelas Agus.
Agus menambahkan, organisasi penyandang disabilitas juga mengusulkan adanya hibah organisasi untuk menjalankan program pelatihan, pemberdayaan, dan pembinaan atlet.
Menurutnya, penyandang disabilitas tidak hanya membutuhkan perlindungan sosial, tetapi juga ruang aktualisasi dan kemandirian ekonomi.
Semua aspirasi yang dihimpun selama reses ini, kata Agus, akan diperjuangkan melalui fungsi legislasi dan penganggaran DPRD Jawa Timur, dengan tujuan mendorong kebijakan yang inklusif dan berpihak pada kelompok rentan.
“Reses ini menjadi pengingat bahwa pembangunan harus dirasakan oleh semua, tanpa terkecuali.
Negara hadir bukan hanya untuk melindungi, tetapi juga untuk memberdayakan,” pungkasnya.
Kegiatan reses ini menegaskan pentingnya sinergi antara masyarakat dan wakil rakyat,
“sehingga program pemberdayaan bagi purna migran dan penyandang disabilitas dapat terealisasi secara efektif dan berkelanjutan.











