Produksi Camilan Akar Pinang, Warga Binaan Lapas Banjarmasin Kembangkan Keterampilan Pengolahan Pangan

Banjarmasin, Catatanpublik.com –

Beragam produk olahan pangan terus dikembangkan melalui program pembinaan kemandirian di Lapas Kelas IIA Banjarmasin. Salah satunya adalah pembuatan camilan akar pinang, yaitu makanan ringan dengan bentuk memanjang menyerupai akar pinang yang diproduksi oleh Warga Binaan, Senin (2/11).

Proses pembuatan camilan ini dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari menyiapkan bahan, mengolah adonan, membentuk adonan hingga proses penggorengan. Bentuk khas yang menyerupai akar pinang menjadi ciri tersendiri dari camilan tersebut.

Dalam proses produksinya, Warga Binaan dilibatkan secara langsung untuk mempelajari setiap tahapan pengolahan. Kegiatan ini sekaligus melatih ketelitian, kesabaran, dan kemampuan menghasilkan produk makanan yang memiliki nilai jual.

Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Bagus Paras Etika, menjelaskan bahwa produksi camilan akar pinang menjadi salah satu kegiatan untuk memperluas keterampilan Warga Binaan di bidang pengolahan pangan.

“Melalui kegiatan ini, Warga Binaan mendapatkan pengalaman langsung dalam proses produksi makanan ringan. Kami ingin keterampilan yang mereka pelajari tidak berhenti di lingkungan Lapas, tetapi juga bisa dikembangkan menjadi peluang usaha setelah kembali ke masyarakat,” jelasnya.

Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menyampaikan bahwa pengembangan produk makanan merupakan bagian dari upaya menghadirkan pembinaan kemandirian yang produktif dan memiliki manfaat jangka panjang.

“Kami terus mendorong lahirnya berbagai produk hasil karya Warga Binaan. Selain memberikan keterampilan, kegiatan produksi seperti ini juga membangun rasa percaya diri dan membuka wawasan mereka tentang peluang ekonomi yang dapat dikembangkan setelah menyelesaikan masa pembinaan,” tutur Kalapas.

Sementara itu, Warga Binaan berinisial R mengaku senang dapat terlibat dalam pembuatan camilan akar pinang. Baginya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru dalam mengolah bahan menjadi makanan ringan yang memiliki bentuk khas.

“Seru bisa ikut membuat camilan ini. Kami belajar dari mengolah adonan sampai membentuknya seperti akar pinang. Jadi, selain punya kegiatan, kami juga mendapatkan keterampilan baru,” ungkap R.

Melalui kegiatan produksi camilan akar pinang, Lapas Banjarmasin terus mengembangkan potensi Warga Binaan di bidang pengolahan pangan. Setiap produk yang dihasilkan menjadi bagian dari proses pembelajaran sekaligus upaya mempersiapkan keterampilan yang dapat dimanfaatkan sebagai bekal kehidupan setelah bebas. (Humas Lapas Banjarmasin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *