Karang Intan, Catatanpublik.com –
Suasana kebersamaan terasa di Masjid At-Taubah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan usai pelaksanaan Salat Jumat. Pada Jumat (30/10/2026), petugas menggelar kegiatan Jumat Berkah dengan membagikan roti kepada warga binaan sebagai bentuk kepedulian dan perhatian melalui hal sederhana yang penuh makna.
Kegiatan berlangsung dengan penuh keakraban. Setelah ibadah selesai, petugas membagikan roti secara langsung kepada warga binaan yang berada di sekitar masjid. Sambil membagikan, petugas juga menyempatkan diri menyapa dan berinteraksi dengan warga binaan. Momen sederhana tersebut menjadi salah satu bentuk pendekatan humanis yang terus dibangun dalam lingkungan Lapas.
Salah seorang petugas, Yudi Kris Giyantoro, menyampaikan bahwa Jumat Berkah bukan sekadar kegiatan berbagi makanan, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kepedulian dan mempererat kebersamaan. Ia berharap perhatian kecil yang diberikan dapat membawa kebahagiaan bagi warga binaan.
“Kami ingin berbagi kebahagiaan dengan warga binaan melalui kegiatan sederhana ini. Mungkin yang diberikan tidak seberapa, tetapi kami berharap bisa memberikan kesan baik dan menjadi pengingat bahwa berbagi tidak harus menunggu sesuatu yang besar. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan dan menambah semangat bagi warga binaan,” tutur Yudi.
Apresiasi juga disampaikan oleh salah seorang warga binaan berinisial MB. Ia mengaku senang dengan perhatian yang diberikan petugas, terlebih kegiatan tersebut dilaksanakan setelah bersama-sama menunaikan Salat Jumat.
“Alhamdulillah, kami merasa senang dan bersyukur atas perhatian dari petugas. Hal sederhana seperti ini ternyata bisa memberikan kebahagiaan tersendiri bagi kami. Semoga kegiatan berbagi seperti ini terus berlanjut dan menjadi kebaikan untuk semuanya,” ungkap MB.
Melalui kegiatan Jumat Berkah, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus berupaya membangun suasana pembinaan yang hangat, peduli, dan penuh rasa kekeluargaan. Tidak hanya berbagi, kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa kepedulian dapat diwujudkan melalui tindakan kecil yang dilakukan dengan ketulusan. Diharapkan nilai kebersamaan, rasa syukur, dan saling menghargai semakin tumbuh dalam kehidupan sehari-hari warga binaan sebagai bekal positif selama menjalani masa pembinaan hingga kembali ke masyarakat. (ism).






