Bekali Warga Binaan dengan Nilai Spiritual, Lapas Narkotika Karang Intan Gandeng Kemenag Gelar Kajian Keagamaan

Karang Intan, Catatanpublik.com –

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus menghadirkan pembinaan kepribadian bagi warga binaan melalui kegiatan keagamaan untuk menanamkan nilai spiritual, membentuk karakter positif, serta mendorong perubahan perilaku. Bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banjar, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan menggelar kajian keagamaan berupa pengajian Hadist-Hadist Kitab Al Arbain An Nawawiyyah di Masjid At-Taubah lingkungan Lapas, Senin (20/07/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan Penyuluh Agama Islam dari Kemenag Kabupaten Banjar, Ustadz Reza Ramadhani Taufiqurrahman, sebagai pemateri kajian. Warga binaan mengikuti kegiatan dengan tertib dan antusias untuk memperdalam pemahaman agama melalui pembelajaran hadist yang mengandung nilai keimanan, akhlak, serta pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan memberikan ruang kepada warga binaan untuk meningkatkan kualitas diri selama menjalani masa pembinaan. Kajian keagamaan menjadi salah satu sarana pembinaan kepribadian yang membantu warga binaan memperkuat kesadaran spiritual, membangun karakter yang lebih baik, serta mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat dengan membawa nilai-nilai positif.

Petugas Seksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkemaswat), Ardian, melakukan pendampingan dan pengawasan langsung selama kegiatan berlangsung untuk memastikan pelaksanaan pengajian berjalan aman, tertib, dan kondusif.

Ardian menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan memiliki peran penting dalam mendukung proses perubahan diri warga binaan.

“Kegiatan keagamaan seperti pengajian ini menjadi bagian dari pembinaan yang diberikan kepada warga binaan untuk memperkuat nilai spiritual, membentuk akhlak, dan meningkatkan kesadaran diri. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat menjadi pedoman bagi mereka untuk terus memperbaiki diri selama menjalani pembinaan hingga kembali ke masyarakat,” ujar Ardian.

Sementara itu, Penyuluh Agama Kemenag Kabupaten Banjar, Ustadz Reza Ramadhani Taufiqurrahman, menjelaskan bahwa kajian Hadist Al Arbain An Nawawiyyah memberikan banyak pelajaran yang relevan dalam membangun pribadi yang lebih baik.

“Kitab Al Arbain An Nawawiyyah berisi hadist-hadist pilihan yang mengajarkan berbagai nilai kehidupan, seperti keikhlasan, memperbaiki niat, menjaga hubungan dengan Allah, serta berbuat baik kepada sesama. Melalui kajian ini, kami berharap warga binaan dapat memahami dan mengamalkan nilai-nilai tersebut sebagai bekal untuk memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkap Ustadz Reza.

Salah satu warga binaan berinisial AD mengungkapkan bahwa kegiatan pengajian memberikan manfaat positif bagi dirinya, khususnya dalam memperdalam ilmu agama dan menjadi motivasi untuk terus melakukan perubahan.

“Mengikuti pengajian ini memberikan banyak pelajaran bagi saya. Dari kajian hadist yang disampaikan, saya semakin memahami pentingnya memperbaiki niat, menjaga sikap, dan terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik. Ilmu yang diberikan menjadi motivasi bagi saya untuk terus berubah selama menjalani pembinaan,” ungkap AD.

Kegiatan kajian keagamaan berlangsung dengan lancar, aman, dan terkendali. Warga binaan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh perhatian serta aktif menyimak materi yang disampaikan oleh penyuluh agama.

Melalui sinergi bersama Kemenag, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus mengembangkan pembinaan yang tidak hanya berfokus pada aspek keterampilan dan kemandirian, tetapi juga penguatan mental serta spiritual warga binaan. Pembinaan keagamaan menjadi bagian dari upaya Lapas dalam membentuk warga binaan yang memiliki kesadaran diri, berakhlak baik, dan siap kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat. (nta).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *