Cacatanpublik.com– Dewan Pimpinan Daerah Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Surabaya menegaskan komitmennya menolak praktik politik uang dan memilih membangun kepercayaan publik melalui kerja nyata.
Ketua DPD PSI Surabaya, Grace Evi Ekawati, menyampaikan sikap tersebut saat bersilaturahmi dengan Kelompok Kerja Jurnalis Dewan Surabaya (Judes) di kantor Fraksi PSI DPRD Surabaya, Selasa (7/4/2026).
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat, Grace Evi menegaskan bahwa partainya tidak akan menggunakan cara-cara instan untuk meraih dukungan masyarakat. Ia menilai politik uang justru merendahkan martabat rakyat.
“Kami menolak politik uang. Masyarakat itu tidak bisa dinilai dengan uang. Lebih baik anggaran digunakan untuk kerja nyata yang langsung dirasakan manfaatnya,” tegasnya.
Ia menjelaskan, PSI akan fokus menghadirkan program-program konkret yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Menurutnya, kepercayaan publik hanya bisa dibangun melalui konsistensi kerja dan kehadiran nyata di tengah warga.
Selain itu, Grace Evi juga menekankan pentingnya membangun komunikasi terbuka antara partai, media, dan masyarakat.
Ia bahkan membuka akses komunikasi selama 24 jam untuk menerima masukan, kritik, maupun aspirasi.
“Kami ingin membangun hubungan yang transparan. Media dan masyarakat bisa menyampaikan apa pun, dan kami siap mendengar,” ujarnya.
PSI Surabaya juga memberi ruang seluas-luasnya bagi kader untuk berkembang dan maju sebagai pemimpin.
Ia memastikan setiap kader memiliki kesempatan yang sama selama menunjukkan kinerja terbaik.
“Siapa pun kader yang bekerja dengan baik, pasti kami dukung. Tidak ada sekat, semua punya peluang,” katanya.
Lebih lanjut, PSI menegaskan akan tetap bersikap kritis terhadap kebijakan pemerintah. Partai akan mendukung kebijakan yang berpihak kepada rakyat,
“namun tidak ragu menyampaikan kritik jika dinilai merugikan masyarakat.
Di akhir pertemuan, Grace Evi kembali menegaskan bahwa pihaknya akan terus hadir di tengah masyarakat dengan pendekatan kerja nyata, bukan sekadar janji politik.
“Kepercayaan tidak bisa dibeli, tapi harus diperjuangkan dengan kerja. Kami ingin masyarakat menilai langsung apa yang kami lakukan,” pungkasnya.(Yud)







