SDM Unggul Dorong Sidoarjo Jadi Kabupaten dengan IPM Tertinggi di Jawa Timur

Sidoarjo —22 Desember 2025 Kabupaten Sidoarjo kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat provinsi. Dengan capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 83,35 pada tahun 2025, Sidoarjo resmi menjadi kabupaten dengan IPM tertinggi di Jawa Timur. Capaian tersebut mencerminkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang terus meningkat dan berdaya saing.

Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi pembangunan berkelanjutan yang menyentuh tiga dimensi utama IPM, yakni umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, serta standar hidup layak. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan IPM Sidoarjo tahun 2025 mencapai 0,82 persen, menunjukkan tren positif kualitas hidup masyarakat.

Kepala BPS Kabupaten Sidoarjo, Mohamad Isma’il, S.Si., M.Ec.Dev., menjelaskan bahwa capaian tersebut menempatkan Sidoarjo dalam kategori “Sangat Tinggi”. Pada dimensi kesehatan, Umur Harapan Hidup saat lahir tercatat 76,08 tahun, sementara pada dimensi pendidikan, Harapan Lama Sekolah mencapai 15,23 tahun.

“Capaian ini merupakan buah dari konsistensi pembangunan jangka panjang di berbagai sektor, khususnya kesehatan dan pendidikan. Peningkatan kualitas layanan publik berkontribusi langsung terhadap kualitas SDM,” ujar Isma’il.

Di sektor ekonomi, daya beli masyarakat Sidoarjo dinilai tetap terjaga di tengah tantangan ekonomi global. Pengeluaran riil per kapita yang disesuaikan mencapai Rp16.366.000 per tahun, ditopang oleh ketahanan sektor UMKM dan industri manufaktur yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

Meski demikian, Isma’il menyebut capaian IPM tersebut masih menyisakan selisih 0,16 poin dari target 2025 sebesar 83,51. Salah satu faktor penyebabnya adalah tingginya laju urbanisasi ke Sidoarjo yang berdampak pada meningkatnya kebutuhan layanan pendidikan dan kesehatan.

“Sidoarjo menjadi daerah tujuan migrasi. Hal ini menuntut pemerintah untuk terus meningkatkan kapasitas infrastruktur dan layanan publik agar kualitas hidup masyarakat tetap terjaga,” jelasnya.

Menanggapi capaian tersebut, Bupati Sidoarjo H. Subandi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat.

“Pembangunan tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar Sidoarjo terus berkembang dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Subandi.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berkomitmen untuk terus mendorong pemerataan kualitas SDM dan pertumbuhan ekonomi hingga ke wilayah pinggiran. Upaya tersebut dilakukan melalui percepatan digitalisasi layanan publik serta penguatan pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri, agar Sidoarjo tetap menjadi kabupaten dengan SDM unggul dan berdaya saing di Jawa Timur.(Yud).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *