Cacatanpublik.com – Perempuan dan generasi muda kini tampil sebagai kekuatan baru dalam menggerakkan ekonomi lokal Jawa Timur. Di tengah tekanan ekonomi dan berkurangnya lapangan kerja formal, sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang digawangi dua kelompok ini justru menunjukkan pertumbuhan yang menjanjikan.(30/01/26)
Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur, Lilik Hendarwati, menilai kombinasi ketangguhan perempuan dan kreativitas Generasi Z menjadi faktor penting dalam menjaga perputaran ekonomi di tingkat rumah tangga hingga daerah.
“Perempuan punya daya tahan luar biasa dalam mengelola usaha keluarga, sementara Gen Z sangat adaptif terhadap teknologi.
Ketika keduanya bertemu, lahirlah model usaha yang fleksibel dan cepat berkembang,” ujarnya dalam diskusi di Podcast DPRD Jatim.
Banyak usaha rumahan yang dikelola ibu rumah tangga kini naik kelas berkat sentuhan digital anak-anak muda di keluarganya, mulai dari pemasaran lewat media sosial, penjualan di marketplace, hingga promosi melalui konten video pendek.
Menurut Lilik, perubahan cara berbisnis ini membuat batas antara usaha kecil dan pasar luas semakin tipis. Produk dari gang sempit sekalipun bisa dikenal luas ketika mampu memanfaatkan ruang digital.
Fenomena produk “hidden gem” yang viral disebutnya sebagai bukti bahwa lokasi bukan lagi faktor utama.
Yang lebih menentukan adalah kreativitas bercerita, tampilan visual produk, dan interaksi dengan konsumen di dunia maya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan jangka panjang tetap ditentukan kualitas produk. Viralitas hanya membuka pintu pertama, sedangkan konsistensi mutu dan kemasan yang baik membuat pelanggan datang kembali.
Karena itu, ia mendorong adanya pelatihan berkelanjutan bagi pelaku UMKM, khususnya terkait desain kemasan, manajemen usaha, dan literasi digital agar pelaku usaha perempuan tidak tertinggal dalam arus transformasi teknologi.
Dari sisi permodalan, dukungan pemerintah daerah juga diperkuat melalui program Prokesra (Program Kredit Sejahtera) yang disalurkan Bank UMKM Jawa Timur (BPR Jatim). Program ini memberikan pinjaman hingga Rp50 juta dengan bunga ringan sekitar 3 persen per tahun setelah disubsidi pemerintah.
Skema tersebut diharapkan menjadi bahan bakar bagi UMKM yang sudah mulai berkembang agar bisa meningkatkan kapasitas produksi, memperbaiki kemasan, serta memperluas pemasaran digital.
Lilik menegaskan bahwa investasi pada perempuan dan generasi muda sama artinya dengan investasi pada masa depan ekonomi daerah.
“Kalau perempuan diberdayakan dan anak mudanya diberi ruang berkreasi, ekonomi lokal akan bergerak dari bawah secara kuat dan berkelanjutan,” katanya.
Ia pun mengajak pelaku UMKM untuk tidak ragu memadukan pengalaman dan ketekunan perempuan dengan keberanian bereksperimen ala Generasi Z.
Dengan kolaborasi tersebut, UMKM Jawa Timur diyakini tidak hanya mampu bertahan di tengah tantangan ekonomi, tetapi juga menjadi mesin pertumbuhan baru yang mendorong kesejahteraan masyarakat secara lebih merata.(Yud)






