Kontestasi Kepala Kandang Banteng Surabaya: Harapan Munculnya Figur Mumpuni

Surabaya – Kontestasi pemilihan Kepala Kandang Banteng Surabaya mulai menghangat pasca Kongres VI PDI Perjuangan di Bali. Sosialisasi mekanisme pemilihan telah disampaikan, dengan syarat utama bahwa calon pemimpin tidak sedang tersangkut masalah.

Sebagai partai besar, PDI Perjuangan dituntut bukan hanya mengurus simpatisan, partisan, dan kader, melainkan juga menjaga serta merawat konstituen secara luas. Karena itu, figur yang muncul harus benar-benar mumpuni dan dapat diterima semua kalangan.

Figur yang Diharapkan
Calon Kepala Kandang Banteng Surabaya diharapkan memiliki rekam jejak jelas:

Konsisten dalam kiprah kepartaian

Politiknya mengutamakan kepentingan masyarakat luas

Bersih dari sanksi atau teguran partai

Tegas, berintegritas, dan dapat dipercaya

Harapannya, yang muncul bukan hanya kader tradisional (turunan keluarga kader), tetapi juga kader rasional (yang berpartai dengan kesadaran politik) dan mampu merangkul kader pragmatis (yang lebih berorientasi pada keuntungan).

Hindari Sifat Kemaruk
Kader PDI Perjuangan Surabaya diingatkan untuk menjauhi sifat kemaruk yang justru merugikan partai. Logo partai memang banteng, bukan celeng. Pemilihan Kepala Kandang Banteng tidak ditentukan oleh banyaknya suara usulan semata, melainkan oleh mekanisme yang telah diatur partai.

Pentingnya Sikap Legowo
Kader juga diimbau untuk bersikap legowo. Jika ada teguran dari pengurus di atas, termasuk dari DPP, mekanisme penyelesaian yang benar adalah melalui Kongres Partai, bukan dengan memaksakan kehendak di luar aturan.

Penyelesaian di Jalur Resmi
Permasalahan internal partai ibarat kendaraan yang rusak. Montor rusak hanya bisa diperbaiki di bengkel resmi, bukan di bengkel kecil. Begitu pula kader bermasalah, penyelesaiannya ada di forum resmi partai, bukan di tingkat PAC.

Kader Sejati Adalah “Montor Sehat”
Kader sejati diibaratkan montor sehat dengan ciri:

Asli kader partai

Tidak pernah melanggar aturan partai

Cakap membaca dinamika politik internal

Mampu menampung berbagai kepentingan

Bisa berperan sebagai sopir, kondektur, sekaligus kenek

Figur seperti inilah yang dinilai masih ada di Surabaya dan layak memimpin Kandang Banteng ke depan. (Red)

Rabu Pon, 3 September 2025
Yanto Banteng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *