UCacatanpublik.com– Pengurus Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Wilayah Jawa Timur melakukan kunjungan silaturahmi ke Fraksi PKS DPRD Jawa Timur pada Kamis (9/4/2026).
Pertemuan ini menjadi ajang diskusi strategis terkait kaderisasi dan penguatan kepemimpinan politik generasi muda.
Rombongan KAMMI Jatim diterima langsung oleh Ketua Fraksi PKS, Lilik Hendarwati. Dalam kesempatan tersebut,
KAMMI memperkenalkan kepengurusan baru sekaligus menyampaikan rencana program kerja ke depan.
KAMMI Jatim memanfaatkan pertemuan ini untuk menggali arahan dan masukan terkait strategi pengembangan kader, khususnya dalam mempersiapkan generasi muda agar siap terjun ke dunia politik dan kebijakan publik.
Lilik Hendarwati menegaskan bahwa organisasi mahasiswa memiliki peran penting dalam proses kaderisasi kepemimpinan.
Ia mendorong KAMMI agar menyusun strategi yang terarah dan berkelanjutan dalam mencetak kader berkualitas.
Menurutnya, kader yang ingin menjadi legislator tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik,
tetapi juga harus didukung pengalaman lapangan dan kedekatan dengan masyarakat.
“Kader harus aktif membangun relasi sosial, memahami persoalan publik, dan terlibat langsung dalam dinamika masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mendorong kader KAMMI untuk memperluas pengalaman melalui berbagai aktivitas,
“baik di dalam organisasi maupun lintas sektor, termasuk memahami mekanisme kerja partai politik dan lembaga legislatif.
Dalam diskusi tersebut, Lilik menekankan bahwa banyak anggota dewan saat ini berasal dari proses panjang sebagai aktivis.
Oleh karena itu, ia meminta kader muda untuk tidak instan dalam mengejar posisi, tetapi fokus pada proses pembelajaran dan penguatan kapasitas diri.
“Kepemimpinan politik lahir dari proses yang matang. Kader harus konsisten belajar, berproses, dan membangun integritas,” tegasnya.
KAMMI Jatim menyambut arahan tersebut dan menyatakan komitmennya untuk memperkuat sistem kaderisasi yang adaptif serta relevan dengan tantangan zaman.
Melalui silaturahmi ini, kedua pihak berharap dapat memperkuat sinergi antara organisasi kepemudaan dan lembaga legislatif
“dalam mencetak pemimpin muda yang berintegritas, kompeten, dan siap mengabdi kepada masyarakat.(Red)







