Karang Intan, Catatanpublik.com –
Wujud nyata kepedulian dan pelayanan humanis kembali ditunjukkan oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan. Pada Rabu (04/03/2026), Lapas Narkotika Karang Intan membuka Pelayanan Kesehatan Gratis bagi keluarga Warga Binaan yang datang berkunjung. Kegiatan ini dilaksanakan di area selasar kunjungan dan disambut antusias oleh para pengunjung.
Sejak pagi, keluarga Warga Binaan yang hadir tidak hanya mendapatkan kesempatan untuk melepas rindu, tetapi juga memperoleh pemeriksaan kesehatan meliputi pengecekan tekanan darah, konsultasi medis, serta pemberian obat-obatan ringan secara cuma-cuma. Layanan ini diberikan langsung oleh tim medis Lapas sebagai bentuk perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya keluarga Warga Binaan.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, menegaskan bahwa pelayanan ini merupakan bagian dari komitmen Lapas dalam menghadirkan pemasyarakatan yang berdampak luas.
“Kami ingin memastikan bahwa kehadiran Lapas tidak hanya memberikan pembinaan kepada Warga Binaan, tetapi juga membawa manfaat bagi keluarga mereka. Pelayanan kesehatan gratis ini adalah bentuk kepedulian dan empati kami. Semoga dapat membantu serta memberikan rasa nyaman bagi keluarga yang datang berkunjung,” ujar Kalapas.
Sementara itu, Dokter Lapas, Dokter Nanda, menjelaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi kesehatan bagi masyarakat.
“Banyak keluarga yang mungkin jarang memiliki waktu untuk memeriksakan kesehatannya. Melalui layanan ini, kami bisa membantu mendeteksi dini kondisi kesehatan sekaligus memberikan edukasi sederhana tentang pola hidup sehat,” jelasnya.
Salah satu keluarga Warga Binaan, Teny, mengaku sangat terbantu dengan adanya pelayanan tersebut.
“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih. Selain bisa bertemu keluarga di dalam, kami juga diperhatikan kesehatannya. Pelayanan ini sangat bermanfaat, apalagi semuanya gratis dan dilayani dengan ramah,” ungkap Teny dengan haru.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi layanan tambahan di hari kunjungan, tetapi juga menjadi simbol bahwa pemasyarakatan hadir dengan pendekatan yang lebih humanis dan inklusif. (ysf)






