Sidoarjo — 02 Desember 2025 Komitmen Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam0 mempercepat transformasi digital di sektor keuangan daerah kembali membuahkan hasil membanggakan. Kabupaten Sidoarjo sukses meraih dua penghargaan nasional sekaligus dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI pada ajang TP2DD Championship 2025.
Penghargaan tersebut terdiri dari TP2DD Kabupaten Terbaik 3 Wilayah Jawa–Bali serta Program Unggulan Terbaik 3 Kategori Umum untuk aplikasi My Retribusi. Aplikasi itu dinilai inovatif karena mampu mengubah sistem penerimaan retribusi tunai menjadi non-tunai sekaligus menyediakan pemantauan transaksi secara realtime.
Penghargaan diserahkan pada gelaran Rapat Koordinasi Pusat-Daerah (Rakorpusda) P2DD 2025 di Hotel Kempinski Jakarta, Senin (1/12). Pemkab Sidoarjo diwakili oleh Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Setda Sidoarjo, Muhammad Makhmud, yang menerima penghargaan tersebut secara langsung.
ETPD Sidoarjo Meningkat Pesat dalam Tiga Tahun
Dalam kesempatan itu, Makhmud menegaskan bahwa Pemkab Sidoarjo terus memperkuat implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD). Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui pembentukan TP2DD Kabupaten Sidoarjo berdasarkan SK Bupati Nomor 188/330/438.1.1.3/2021.
Ia memaparkan bahwa indeks ETPD Sidoarjo menunjukkan tren peningkatan signifikan sejak 2022.
Semester I 2022: 96,8%
Semester II 2022: 98,3%
Semester I 2023: 97,5%
Semester II 2023: 98,3%
Semester I 2024: 99,3%
Semester II 2024: 99,3%
“Capaian ini menunjukkan komitmen kuat Pemkab Sidoarjo untuk menghadirkan layanan keuangan yang efisien, transparan, dan akuntabel, sekaligus mendorong peningkatan PAD daerah,” ujar Makhmud.
Dukungan Pemerintah Pusat
Pemerintah pusat terus mendorong percepatan digitalisasi transaksi pemerintah daerah. Penilaian TP2DD setiap tahun dilakukan berdasarkan tiga aspek:
1. Proses percepatan implementasi ETPD (20%)
2. Output, termasuk capaian indeks ETPD, SPBE, roadmap, dan regulasi pendukung (50%)
3. Outcome, seperti realisasi transaksi pajak dan retribusi non-tunai serta persentase belanja daerah non-tunai (30%)
Melalui kerja kolaboratif Kemenko Perekonomian, Kemenkominfo, Kemendagri dan Bank Indonesia, program TP2DD Championship menjadi ajang untuk mengukur dan mendorong inovasi digitalisasi keuangan daerah di seluruh Indonesia.
Aplikasi My Retribusi Jadi Sorotan
Salah satu inovasi unggulan Sidoarjo yang mendapat apresiasi tinggi adalah aplikasi My Retribusi. Aplikasi ini mengubah pola pembayaran retribusi daerah yang sebelumnya banyak dilakukan secara manual menjadi sistem non-tunai yang tercatat otomatis di dashboard pemerintah.
“Dengan inovasi ini, kebocoran penerimaan bisa ditekan dan pemantauan transaksi menjadi lebih mudah, cepat, dan transparan,” jelas Makhmud.
Prestasi Berlanjut
Sebelumnya, TP2DD Kabupaten Sidoarjo juga disorot oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur setelah meraih penghargaan sebagai kabupaten dengan realisasi Kartu Kredit Indonesia (KKI) tertinggi pada 2025.
Prestasi berturut-turut ini mempertegas posisi Sidoarjo sebagai salah satu daerah paling progresif dalam digitalisasi keuangan pemerintahan.
Pemkab Sidoarjo berkomitmen untuk terus mengembangkan sistem digital yang mendukung pengelolaan keuangan lebih efektif dan memberikan kemudahan pelayanan publik di era transformasi digital.(Yud)





