Surabaya 11 Desember 2025 Program Sahabat Sekolah Dasar (SD) terus menunjukkan dampak positif dalam membangun budaya karakter di lingkungan pendidikan dasar. Melalui berbagai aksi nyata yang melibatkan guru, murid, orang tua, dan masyarakat, program ini berhasil mendorong terciptanya kebiasaan baik serta nilai-nilai luhur di sekolah-sekolah peserta.
Dari empat kategori penilaian aksi nyata, tercatat empat sekolah berhasil meraih dua kategori sekaligus, sebagai bentuk apresiasi atas inovasi dan konsistensi dalam pelaksanaan program. Sekolah-sekolah tersebut yakni SDN Keputran I/332 Kota Surabaya, SDIT Khoiru Ummah Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, SD Fransiskus Baturaja Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatra Selatan, serta UPTD SDN Mekarjaya 21 Kota Depok, Jawa Barat.
Kepala SDN Keputran I/332 Surabaya, Riski, menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras tim yang solid. Menurutnya, seluruh unsur sekolah berperan aktif, mulai dari guru, murid, komite sekolah hingga masyarakat sekitar.
“Kerja keras tim akhirnya terbayar. Aksi nyata yang kami jalankan terus-menerus menumbuhkan semangat dan karakter positif pada anak-anak,” ungkapnya, Rabu (10/12/2025).
Riski menjelaskan, pelaksanaan program Sahabat SD selaras dengan visi sekolah BERLIAN, yakni Berprestasi, Etika Luhur, Ramah Budaya, Lestari Lingkungan, Iman Kuat, Aktif Teknologi, dan Nasionalisme. Nilai-nilai tersebut diwujudkan melalui pembiasaan perilaku baik dalam keseharian murid di sekolah.
Meski demikian, ia mengakui bahwa tantangan tetap ada, terutama dalam menjaga konsistensi aksi nyata di tengah kesibukan seluruh tim serta perlunya alat evaluasi yang lebih terukur. Namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat untuk terus berbenah dan melakukan refleksi.
Ke depan, pihak sekolah berkomitmen untuk memetakan aksi nyata secara berkelanjutan dan terukur, serta memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak. Salah satu gerakan yang terus didorong adalah pembatasan penggunaan gawai pada jam-jam berkualitas anak, khususnya pada rentang waktu pukul 18.00–22.00.
Sementara itu, Direktur Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan, Moch. Salim Somad, menegaskan bahwa program Sahabat SD diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi satuan pendidikan lainnya. Menurutnya, keterlibatan aktif murid menjadi kunci utama keberhasilan penguatan karakter.
“Pesan kebaikan akan lebih mudah diterima jika disampaikan oleh sesama murid. Keteladanan dari teman sebaya inilah yang membentuk budaya positif di sekolah,” jelasnya.
Sebagai bagian dari penguatan program, Direktorat Sekolah Dasar juga telah menyelenggarakan Pembekalan Sahabat Sekolah Dasar 2025 pada 17–19 September 2025 di Kabupaten Tangerang, Banten. Kegiatan tersebut diikuti oleh 160 peserta dari 80 sekolah, yang mendapatkan pembekalan melalui sesi materi interaktif, praktikum, roleplay, hingga penyusunan laporan aksi nyata.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Ir. Yusuf Masruh, M.M, menyampaikan apresiasi atas prestasi dan dedikasi para siswa serta pendidik yang terlibat dalam program Sahabat SD. Ia berharap semangat positif yang tumbuh dapat menular ke sekolah-sekolah lain.
“Program ini membuktikan bahwa aksi nyata di sekolah mampu membentuk karakter peserta didik dan menciptakan budaya positif yang berkelanjutan,” pungkasnya.(Yud)







