Kenali Potensi Calon Peserta, Lapas Narkotika Karang Intan Matangkan Seleksi Magang

Karang Intan, Catatanpublik.com –

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan mencermati potensi dan kompetensi calon peserta dalam mempersiapkan Program Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi Angkatan 2 Tahun 2026 di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Untuk itu, Lapas menggelar rapat bersama para mentor di Aula Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Sabtu (7/11/2026), guna membahas mekanisme seleksi peserta melalui aplikasi Maganghub. Melalui persiapan ini, Lapas berupaya memilih peserta yang memiliki kompetensi dan minat sesuai dengan kebutuhan satuan kerja.

Dalam rapat tersebut, pembahasan berfokus pada tahapan seleksi yang melibatkan pimpinan satuan kerja, mentor, dan admin melalui aplikasi Maganghub. Setiap calon peserta memiliki profil yang memuat biodata, riwayat pendidikan, pelatihan, sertifikasi, pengalaman, keterampilan, kemampuan bahasa, serta hasil asesmen. Informasi tersebut menjadi bahan pertimbangan untuk mengenali latar belakang, kemampuan, dan potensi peserta sebelum satuan kerja menentukan hasil seleksi.

Selain menelaah data yang tersedia dalam aplikasi, satuan kerja juga dapat melaksanakan asesmen atau tes tambahan berupa wawancara. Tahapan ini memberikan kesempatan kepada pimpinan dan mentor untuk menggali motivasi, minat, kemampuan komunikasi, serta pemahaman calon peserta terhadap bidang pekerjaan yang akan dijalankan. Hasil penelaahan data dan asesmen, termasuk wawancara apabila dilaksanakan, menjadi dasar pertimbangan dalam menentukan penerimaan atau penolakan peserta magang secara cermat dan bertanggung jawab.

Salah satu mentor, Hutan Triwibowo, menyampaikan bahwa ketelitian dalam mengenali potensi calon peserta menjadi bagian penting agar pelaksanaan program pemagangan sesuai dengan kebutuhan Lapas.

“Setiap calon peserta memiliki latar belakang dan kemampuan yang berbeda. Karena itu, kami perlu mencermati data, hasil asesmen, serta hasil wawancara secara saksama. Harapannya, peserta yang diterima memiliki kompetensi dan minat yang sesuai dengan bidang penugasan sehingga dapat memperoleh pengalaman kerja yang bermanfaat sekaligus memberikan kontribusi positif bagi pelaksanaan tugas di Lapas,” ujarnya.

Dari sisi administrasi, Muhammad Fajar selaku Admin Program Pemagangan Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan turut menjelaskan kepada para mentor mengenai kelengkapan data calon peserta dan tahapan yang perlu diperhatikan dalam proses seleksi.

“Dalam proses seleksi, kami menjelaskan pentingnya mencermati seluruh informasi calon peserta, mulai dari latar belakang pendidikan, pengalaman, keterampilan, hingga hasil asesmen. Setiap informasi tersebut memberikan gambaran mengenai kemampuan dan potensi peserta. Melalui penelaahan data secara menyeluruh, para mentor dapat mempertimbangkan kesesuaian kompetensi calon peserta dengan bidang penugasan yang tersedia,” jelasnya.

Bagi Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Program Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi Angkatan 2 Tahun 2026 merupakan kesempatan bagi lulusan perguruan tinggi untuk memperoleh pengalaman kerja secara langsung sekaligus mengenal pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan. Melalui program ini, peserta diharapkan dapat mengembangkan keterampilan, memperluas wawasan, serta menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama menempuh pendidikan ke dalam lingkungan kerja.

Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan berkomitmen mendukung pelaksanaan program tersebut melalui proses seleksi yang cermat, objektif, dan sesuai ketentuan. Persiapan ini diharapkan tidak hanya membantu satuan kerja mengenali calon peserta yang sesuai dengan kebutuhan organisasi, tetapi juga menghadirkan pengalaman pemagangan yang bermanfaat bagi pengembangan kompetensi generasi muda serta mendukung peningkatan kualitas pelaksanaan tugas dan pelayanan pemasyarakatan. (nta).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *