Karang Intan, Catatanpublik.com –
Pembentukan karakter dan perubahan perilaku menjadi bagian penting dalam pembinaan warga binaan. Untuk mendukung tujuan tersebut, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan menggelar kebaktian rohani bagi warga binaan Nasrani di lingkungan Lapas, Sabtu (7/11/2026). Bersama Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dan Yayasan Pendidikan Warga Binaan Pemasyarakatan (YPWBP) Cahaya Kasih, Lapas menyelenggarakan kegiatan ini untuk mendukung perkembangan spiritual serta mengajak warga binaan mengamalkan nilai kasih, kepedulian, dan sikap saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari.
Warga binaan Nasrani mengikuti ibadah dengan khidmat melalui rangkaian pujian, penyampaian firman Tuhan oleh Pdt. Caroline, dan doa bersama. Suasana ibadah memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendalami pesan keagamaan yang berkaitan dengan pembentukan sikap dan perilaku positif.
Dalam penyampaian firman Tuhan, Pdt. Caroline mengajak warga binaan menjadikan kasih sebagai pedoman dalam memperlakukan sesama. Ia menyampaikan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri melalui tindakan nyata, seperti belajar mengampuni, menghargai orang lain, menjaga perkataan, dan melakukan kebaikan. Pesan tersebut mengingatkan bahwa perubahan diri dapat dimulai dari kesediaan untuk memperbaiki sikap dan memperlakukan orang lain dengan lebih baik.
Petugas Subsi Bimkemaswat Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Erpan Wijaya Kusuma, menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan menjadi salah satu upaya untuk mendukung perkembangan kepribadian warga binaan. Pihaknya mendorong agar setiap kegiatan pembinaan memberikan nilai positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat selama ibadah berlangsung, tetapi juga mendorong warga binaan menerapkan pesan-pesan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, nilai yang diperoleh dapat menjadi bagian dari proses perubahan diri mereka,” ungkap Erpan.
Salah seorang warga binaan berinisial WP mengaku mendapatkan pengingat positif untuk lebih memperhatikan sikap dan perilakunya dalam berinteraksi dengan orang lain.
“Kebaktian ini mengingatkan saya bahwa berbuat baik bisa dimulai dari hal sederhana, seperti menghargai orang lain, menjaga perkataan, dan saling membantu. Saya ingin menerapkan hal-hal tersebut dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus memfasilitasi pembinaan keagamaan bagi warga binaan sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing. Fasilitasi ini merupakan bagian dari pemenuhan hak beribadah sekaligus pelaksanaan fungsi pemasyarakatan dalam memberikan pembinaan yang mendukung peningkatan kualitas diri warga binaan.
Melalui kegiatan tersebut, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan berharap warga binaan dapat membawa nilai kasih dan kepedulian ke dalam kehidupan bermasyarakat setelah menyelesaikan masa pidana. Sikap saling menghargai, kepedulian, dan tanggung jawab diharapkan menjadi bekal untuk membangun hubungan sosial yang baik serta memberikan kontribusi positif di lingkungan tempat mereka kembali. (nta).






