Banjarmasin, Catatanpublik.com –
Kerinduan terhadap keluarga menjadi bagian dari perjalanan Warga Binaan selama menjalani masa pembinaan. Untuk menjaga hubungan dan komunikasi dengan orang-orang terdekat, Warga Binaan Lapas Kelas IIA Banjarmasin memanfaatkan fasilitas Warung Telekomunikasi Khusus Pemasyarakatan (Wartelsuspas) sebagai sarana berkomunikasi dengan keluarga, Senin (2/11).
Melalui fasilitas tersebut, Warga Binaan dapat menghubungi keluarga dan menanyakan kabar orang-orang terdekat. Percakapan sederhana mengenai kondisi keluarga, aktivitas sehari-hari, hingga saling memberikan semangat menjadi momen berharga yang membantu menjaga kedekatan meskipun terpisah jarak.
Bagi Warga Binaan, kesempatan berkomunikasi melalui Wartelsuspas bukan sekadar menggunakan fasilitas telepon. Lebih dari itu, komunikasi menjadi salah satu cara untuk mempertahankan ikatan keluarga, menyampaikan perhatian, serta mendapatkan dukungan moral selama menjalani masa pembinaan.
Layanan Wartelsuspas juga diselenggarakan dengan mengikuti ketentuan yang berlaku di Lapas. Pemanfaatannya menjadi bagian dari upaya memberikan akses komunikasi yang teratur dan terpantau bagi Warga Binaan.
Kepala Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkemaswat), Muhammad Ansyari, menyampaikan bahwa komunikasi dengan keluarga memiliki arti penting dalam mendukung proses pembinaan.
“Hubungan dengan keluarga perlu tetap terjaga selama Warga Binaan menjalani masa pembinaan. Melalui Wartelsuspas, mereka memiliki kesempatan untuk berkomunikasi, mendapatkan dukungan moral, dan menjaga hubungan dengan orang-orang terdekat,” jelasnya.
Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan bahwa pemenuhan hak komunikasi menjadi salah satu perhatian dalam penyelenggaraan pelayanan pemasyarakatan.
“Kami berupaya memberikan pelayanan yang baik dengan tetap memperhatikan ketentuan dan keamanan. Komunikasi dengan keluarga diharapkan dapat memberikan dukungan positif bagi Warga Binaan sehingga mereka tetap memiliki semangat untuk mengikuti seluruh program pembinaan,” tutur Kalapas.
Salah seorang Warga Binaan mengungkapkan bahwa kesempatan menghubungi keluarga melalui Wartelsuspas menjadi momen yang selalu dinantikan. Mendengar suara keluarga, meskipun hanya melalui telepon, dapat memberikan ketenangan dan semangat tersendiri.
“Senang rasanya bisa menelepon keluarga dan mendengar kabar mereka. Walaupun tidak bisa bertemu setiap saat, setidaknya kami masih bisa saling bertanya kabar dan memberikan semangat,” ungkapnya.
Melalui pemanfaatan Wartelsuspas, Lapas Banjarmasin terus berupaya menghadirkan pelayanan yang memperhatikan kebutuhan Warga Binaan. Sebab, di balik proses pembinaan, hubungan keluarga tetap menjadi bagian penting yang memberikan kekuatan, harapan, dan motivasi untuk memperbaiki diri serta mempersiapkan kehidupan setelah bebas. (Humas Lapas Banjarmasin)






