Karang Intan, Catatanpublik.com –
Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan saling berbagi ilmu tajwid dengan mengajarkan cara membaca Al-Qur’an kepada teman-temannya di Masjid At-Taubah, Senin (2/11/2026). Dalam pembelajaran sebaya ini, warga binaan yang telah memahami kaidah tajwid membimbing teman-temannya mengenali hukum bacaan, melafalkan huruf dengan tepat, serta membaca ayat suci Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid.
Dalam kegiatan tersebut, warga binaan saling membantu mempelajari hukum bacaan, memperbaiki pelafalan huruf, serta memahami kaidah tajwid. Mereka yang lebih dahulu menguasai materi memberikan penjelasan dan contoh bacaan, sementara teman-temannya menyimak, mengikuti arahan, dan mempraktikkan bacaan secara langsung. Proses belajar ini menciptakan suasana yang interaktif sekaligus memberikan kesempatan kepada setiap warga binaan untuk saling bertukar pengetahuan.
Kegiatan ini tidak hanya membantu meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga memberikan nilai positif bagi pembinaan kepribadian warga binaan. Melalui proses saling mengajari, mereka belajar mengembangkan kepedulian, kesabaran, tanggung jawab, dan sikap saling menghargai. Warga binaan juga memperoleh pengalaman untuk berbagi pengetahuan dan membantu sesama, sehingga ilmu yang dimiliki dapat memberikan manfaat lebih luas.
Petugas Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Ardian, mengawasi jalannya kegiatan untuk memastikan proses pembelajaran berlangsung tertib dan kondusif. Ia mengapresiasi inisiatif warga binaan yang bersedia membagikan pengetahuan serta membantu teman-temannya memperdalam pemahaman agama.
“Hal positif dari kegiatan ini adalah adanya kemauan warga binaan untuk saling berbagi ilmu. Mereka yang sudah memahami tajwid dapat membantu teman-temannya yang masih belajar. Dengan begitu, semua memiliki kesempatan untuk memperbaiki bacaan Al-Qur’an. Kami berharap semangat saling mengajari dan mengingatkan dalam kebaikan ini terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Ardian.
Salah seorang warga binaan berinisial HB yang turut mengajarkan ilmu tajwid kepada teman-temannya mengaku senang dapat membagikan pengetahuan yang telah dipelajarinya. Menurutnya, kesempatan tersebut menjadi pengalaman berharga karena ia dapat membantu orang lain sekaligus mengingatkan dirinya sendiri untuk terus memperbaiki bacaan Al-Qur’an.
“Saya senang bisa berbagi ilmu dengan teman-teman. Apa yang sudah saya pelajari mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi mereka. Kami juga bisa saling mengingatkan dan memperbaiki bacaan bersama-sama. Harapan saya, semakin banyak teman yang memahami tajwid dan bisa membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar,” ungkap HB.
Melalui pembelajaran di Masjid At-Taubah, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk memperdalam pengetahuan agama sekaligus mengembangkan potensi diri. Kebiasaan saling berbagi ilmu diharapkan tidak berhenti selama kegiatan berlangsung, tetapi juga menjadi perilaku positif yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik selama menjalani masa pembinaan maupun setelah kembali ke tengah masyarakat.
Kegiatan ini menjadi bagian dari pelaksanaan pembinaan kepribadian melalui pendekatan kerohanian. Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus mendorong warga binaan untuk meningkatkan kualitas diri, mengamalkan nilai-nilai kebaikan, serta mempersiapkan diri agar mampu menjalani kehidupan yang lebih baik dan memberikan kontribusi positif setelah kembali ke masyarakat. (nta).






