Banjarmasin, Catatanpublik.com –
Program pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin terus menunjukkan hasil melalui budidaya ayam petelur. Dari total 89 ekor ayam yang dipelihara, sebanyak 82 butir telur berhasil dikumpulkan pada Senin (26/10).
Kegiatan budidaya ini dilaksanakan oleh warga binaan dengan didampingi Petugas Seksi Kegiatan Kerja (Giatja), Yoga Primajaya. Pemeliharaan dilakukan melalui pemberian pakan, perawatan kandang, serta pemantauan kondisi ayam untuk menjaga kesehatan ternak dan mendukung produktivitas telur.
Petugas Giatja, Yoga Primajaya, menyampaikan bahwa perawatan rutin menjadi bagian penting dalam menjaga produktivitas ayam petelur.
“Kami mendampingi warga binaan dalam melakukan pemeliharaan ayam, mulai dari pemberian pakan, menjaga kebersihan kandang, hingga memantau kondisi ternak. Perawatan yang dilakukan secara rutin diharapkan dapat menjaga kesehatan ayam dan mempertahankan hasil produksi telur,” ujarnya.
Kasi Giatja Lapas Banjarmasin, Bagus Paras Etika, menjelaskan bahwa budidaya ayam petelur menjadi salah satu kegiatan pembinaan kemandirian yang memberikan pengalaman praktik kepada warga binaan di bidang peternakan.
“Melalui kegiatan ini, warga binaan tidak hanya terlibat dalam proses pemeliharaan, tetapi juga belajar memahami pengelolaan peternakan secara teratur. Keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi mereka untuk mengembangkan usaha produktif setelah kembali ke masyarakat,” jelasnya.
Secara terpisah, Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan bahwa program pembinaan kemandirian terus diarahkan agar memberikan manfaat nyata bagi warga binaan, baik dari sisi keterampilan maupun kesiapan menjalani kehidupan setelah menyelesaikan masa pembinaan.
“Kami terus mendorong pengembangan kegiatan kerja yang produktif dan berkelanjutan. Budidaya ayam petelur menjadi salah satu sarana untuk membangun kemandirian warga binaan melalui pengalaman langsung, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam bekerja. Harapannya, keterampilan yang diperoleh dapat dimanfaatkan sebagai modal untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat,” tegas Kalapas.
Sementara itu, R, salah satu warga binaan yang mengikuti kegiatan budidaya, mengaku memperoleh pengalaman baru dalam pemeliharaan ayam petelur.
“Dari kegiatan ini, saya belajar merawat ayam dengan benar, mulai dari memberi pakan sampai menjaga kebersihan kandang. Kami juga belajar bahwa perawatan harus dilakukan secara rutin agar ayam tetap sehat dan menghasilkan telur. Semoga keterampilan ini bisa saya manfaatkan setelah kembali ke masyarakat,” ungkapnya.
Melalui budidaya ayam petelur, Lapas Banjarmasin terus mengembangkan program pembinaan kemandirian di bidang peternakan. Dengan pendampingan petugas dan keterlibatan aktif warga binaan, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan kerja sekaligus membuka peluang usaha yang bermanfaat pada masa mendatang. (Humas Lapas Banjarmasin)






