
TANGGAMUS. Catatanpublik— Upaya peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan terus digencarkan di Kabupaten Tanggamus. SD Negeri 2 Rejosari yang terletak di Kecamatan Ulubelu resmi menjadi salah satu penerima Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026.
Melalui program tersebut, SDN 2 Rejosari memperoleh alokasi dana sebesar Rp642.810.484. Anggaran ini difokuskan untuk membenahi dan merevitalisasi sebanyak empat ruangan di lingkungan sekolah guna memastikan fasilitas belajar mengajar kembali layak dan memenuhi standar kenyamanan serta keselamatan.

Berdasarkan pantauan dan informasi terkini di lapangan, pengerjaan fisik proyek tersebut saat ini telah menunjukkan perkembangan positif dengan progres pengerjaan mencapai sekitar 40 persen. Kegiatan revitalisasi ini memiliki masa pengerjaan selama 120 hari kalender, yang telah dimulai sejak September 2026 dan ditargetkan selesai sepenuhnya pada Desember 2026 mendatang.
Kepala SDN 2 Rejosari, Makrup, S.Pd., menyambut hangat dan menyampaikan apresiasi tinggi atas realisasi bantuan infrastruktur ini. Menurutnya, pembenahan gedung sekolah sudah menjadi kebutuhan mendesak mengingat sarana dan prasarana yang memadai merupakan pilar penting dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif.
“Kami sangat bersyukur dan menyambut positif adanya program revitalisasi ini. Peningkatan sarana dan prasarana sekolah merupakan hal yang sangat krusial. Lingkungan fisik yang aman dan nyaman secara langsung berdampak pada semangat belajar peserta didik serta efektivitas tenaga pendidik dalam mengajar,” ujar Makrup.
Lebih lanjut, Makrup berharap seluruh tahapan pengerjaan dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti hingga selesai sesuai dengan target waktu yang telah ditetapkan. Dengan demikian, fasilitas yang telah diperbaiki nantinya dapat segera difungsikan secara maksimal untuk mendukung kegiatan belajar mengajar (KBM) harian.
“Harapan kami, hasil dari revitalisasi ini tidak hanya memberikan dampak jangka pendek, tetapi juga manfaat jangka panjang bagi seluruh warga sekolah. Kualitas pendidikan yang baik harus ditunjang oleh dua hal utama, yakni kompetensi tenaga pendidik serta fasilitas pendukung yang memadai,” tambahnya.
Di sisi lain, masyarakat sekitar dan para wali murid turut menaruh harapan besar terhadap pelaksanaan proyek ini. Warga mengimbau agar proses pengerjaan revitalisasi senantiasa mengedepankan kualitas mutu bangunan, transparansi penggunaan anggaran, serta kepatuhan terhadap petunjuk teknis yang telah ditentukan.
Dengan alokasi anggaran bernilai Rp642,8 juta tersebut, rampungnya pembenahan empat ruangan pada akhir tahun 2026 diharapkan mampu menghadirkan suasana baru yang lebih memadai, sekaligus menjadi pendorong peningkatan mutu serta layanan pendidikan bagi anak-anak di Kecamatan Ulubelu.
Red.





