Cacatanpublik.com — Ditpolairud Polda Jawa Timur memperluas pencarian korban KM Virgo Transport 8 hingga perairan Sumenep dan Masalembu, Madura. Petugas mengerahkan empat kapal patroli dan puluhan personel untuk menyisir wilayah yang diperkirakan dapat menjadi titik terbawanya korban oleh arus laut.
Direktur Polairud Polda Jatim Kombes Pol Arman Asmara mengatakan pihaknya langsung membentuk tim SAR setelah menerima informasi kecelakaan KM Virgo Transport 8 pada Minggu (13/9/2026) dini hari.
Petugas membawa sejumlah peralatan SAR dalam operasi tersebut. Peralatan itu meliputi alat selam, masker, pelampung, serta armada pendukung pencarian dan pertolongan.
KM Virgo Transport 8 melayani rute Surabaya-Banjarmasin dan mengangkut 243 orang. Hingga Selasa (15/9/2026), tim gabungan telah mengevakuasi 114 korban.
Dari jumlah tersebut, 108 orang selamat dan enam orang meninggal dunia. Petugas masih mencari 129 penumpang yang belum ditemukan.
Kombes Pol Arman mengatakan tim gabungan memperluas radius penyisiran dengan mempertimbangkan kondisi serta pergerakan arus laut.
“Penyisiran diperluas hingga perairan Sumenep dan Masalembu demi mengantisipasi korban yang terbawa arus ke arah Jawa Timur,” ujar Kombes Pol Arman, Selasa (15/9/2026).
Empat kapal patroli Ditpolairud Polda Jatim bergerak menyisir sejumlah titik di wilayah pencarian. Puluhan personel juga berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan untuk menentukan area pencarian sesuai perkembangan kondisi laut.
Selain melakukan pencarian di laut, Polda Jatim membuka Posko Pengaduan dan DVI (Disaster Victim Identification) di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
Petugas posko mengumpulkan data antemortem dari keluarga korban, antara lain ciri fisik, pakaian terakhir, serta dokumen identitas. Tim kemudian mencocokkan data tersebut dengan informasi dari posko utama di Banjarmasin secara real-time.
Polda Jatim mengimbau masyarakat yang menduga anggota keluarganya menjadi penumpang KM Virgo Transport 8 segera mendatangi posko terpadu di Pelabuhan Tanjung Perak.
Keluarga diminta membawa kartu identitas atau dokumen pengenal korban untuk membantu petugas melakukan pendataan dan proses identifikasi.
Tim gabungan hingga kini terus melakukan penyisiran di sejumlah wilayah perairan. Petugas menyesuaikan radius pencarian berdasarkan perkembangan kondisi laut dan arah pergerakan arus.(Yud)






