Karang Intan, Catatanpublik.com –
Petugas dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan memperluas wawasan melalui kegiatan Prapascasarjana Magister Manajemen yang diselenggarakan Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Indonesia (STIMI) Banjarmasin secara virtual melalui Zoom Meeting. Sebanyak 17 petugas dan 10 warga binaan mengikuti kegiatan tersebut dari Ruang Belajar Lapas, Sabtu (22/08/2026).
Peserta mengikuti kegiatan dari Ruang Belajar Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan. Dalam sesi tersebut, peserta memperoleh pengenalan mengenai Program Magister Manajemen sekaligus informasi terkait proses pembelajaran dan materi yang akan dipelajari.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, mengatakan akses pendidikan menjadi salah satu langkah untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan pemasyarakatan.
“Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi petugas dan warga binaan untuk terus belajar dan mengembangkan potensi. Bagi petugas, pengetahuan yang diperoleh dapat mendukung pelaksanaan tugas, sedangkan bagi warga binaan dapat menjadi bekal untuk membangun pola pikir dan mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah kembali ke masyarakat,” ujar Yugo.
Ketua STIMI Banjarmasin, Dr. Titien Agustina, M.Si., menyampaikan bahwa pendidikan dapat menjadi ruang bagi setiap individu untuk mengembangkan kemampuan tanpa terbatas pada latar belakang maupun lingkungan tempat mereka berada.
“Kami berharap kegiatan ini membuka wawasan peserta mengenai pentingnya pendidikan lanjutan. Ilmu yang diperoleh bukan hanya untuk mendapatkan gelar, tetapi juga untuk membangun kemampuan berpikir, mengambil keputusan, dan menghadapi berbagai tantangan dalam pekerjaan maupun kehidupan,” ungkap Titien.
Salah satu petugas yang mengikuti kegiatan, Nor Hakim, menyambut baik kesempatan tersebut. Ia menilai pengenalan Program Magister Manajemen memberikan motivasi untuk mempertimbangkan pendidikan lanjutan sekaligus menambah wawasan yang relevan dengan pengembangan profesional.
“Kegiatan ini memberikan gambaran baru mengenai pendidikan Magister Manajemen. Bagi saya, ini menjadi motivasi untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan agar ke depan dapat memberikan kontribusi yang lebih baik dalam pekerjaan,” ujar Nor Hakim.
Keikutsertaan petugas dan warga binaan dalam kegiatan tersebut turut mendukung upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pemasyarakatan. Langkah ini sejalan dengan semangat Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka serta 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto Tahun 2026 yang salah satunya mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Bagi Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, pembelajaran seperti ini memiliki manfaat yang berbeda bagi setiap peserta. Petugas dapat memperoleh wawasan yang menunjang profesionalitas, sementara warga binaan mendapatkan pengalaman belajar yang dapat memperluas perspektif dan menumbuhkan kepercayaan diri untuk menata masa depan.
Kegiatan Prapascasarjana Magister Manajemen tersebut menjadi salah satu langkah Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan dalam menghadirkan akses pembelajaran yang inklusif. Dari ruang belajar di dalam lapas, kesempatan untuk menambah pengetahuan tetap terbuka, menjadi bagian dari proses membangun manusia yang lebih siap, produktif, dan mampu memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat. (nta).






