Perkuat Pembinaan Kemandirian, Kalapas Narkotika Karang Intan Tinjau Budidaya Ikan Koi di SAE 1

Karang Intan, Catatanpublik.com –

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, meninjau langsung budidaya ikan koi di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) 1 guna memastikan program pembinaan kemandirian warga binaan berlangsung secara optimal, Selasa (09/06/2026).

Kalapas meninjau kondisi kolam budidaya, perkembangan ikan koi, serta sarana pendukung yang digunakan dalam pelaksanaan program pembinaan. Ia juga berdialog dengan petugas terkait untuk mengetahui perkembangan kegiatan sekaligus memastikan pengelolaan budidaya ikan koi di SAE 1 berjalan dengan baik dan berkelanjutan.

Budidaya ikan koi merupakan salah satu program pembinaan kemandirian yang dikembangkan Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan yang produktif dan bernilai ekonomis. Melalui kegiatan tersebut, warga binaan memperoleh pengalaman praktis dalam pengelolaan budidaya perikanan yang dapat menjadi bekal setelah kembali ke tengah masyarakat.

Selain memberikan keterampilan teknis, kegiatan budidaya ikan koi juga menjadi sarana pembelajaran karakter bagi warga binaan. Proses perawatan ikan yang dilakukan secara berkelanjutan mengajarkan pentingnya kedisiplinan, ketekunan, tanggung jawab, serta kemampuan bekerja secara terencana untuk mencapai hasil yang optimal.

Pada kesempatan itu, Yugo Indra Wicaksi menegaskan bahwa program pembinaan kemandirian harus mampu memberikan manfaat nyata bagi warga binaan serta mendukung tujuan pemasyarakatan dalam membentuk pribadi yang lebih siap menjalani kehidupan setelah menyelesaikan masa pidana.

“Budidaya ikan koi tidak hanya menjadi sarana pembelajaran keterampilan, tetapi juga mengajarkan kedisiplinan, ketekunan, dan tanggung jawab. Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pengalaman yang bermanfaat sekaligus membekali warga binaan dengan kemampuan yang dapat dikembangkan sebagai peluang usaha maupun sumber penghidupan di masa mendatang,” ujar Yugo Indra Wicaksi.

Menurutnya, keberhasilan program pembinaan tidak hanya diukur dari hasil produksi yang diperoleh, tetapi juga dari sejauh mana kegiatan tersebut mampu membentuk pola pikir yang positif, meningkatkan rasa percaya diri, serta menumbuhkan semangat kemandirian pada warga binaan.

Budidaya ikan koi di SAE 1 terus dikelola dan dikembangkan sebagai salah satu sarana pembelajaran keterampilan bagi warga binaan. Melalui perawatan kolam, pengelolaan kualitas air, pemberian pakan, hingga pemantauan pertumbuhan ikan, warga binaan memperoleh pengalaman langsung mengenai tata kelola budidaya yang baik dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan peninjauan ini, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat program pembinaan kemandirian yang produktif, berkelanjutan, dan bermanfaat. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung terwujudnya warga binaan yang memiliki keterampilan, kemandirian, dan kesiapan untuk kembali berperan positif di tengah masyarakat. (nta).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *