Karang Intan, Catatanpublik.com –
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus mendorong kreativitas warga binaan melalui kegiatan pembinaan kemandirian.
Pada Kamis (07/05/2026), sejumlah warga binaan tampak tekun merakit potongan-potongan bambu menjadi miniatur tugu yang artistik dan bernilai estetika tinggi di ruang kegiatan kerja. Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata upaya lapas dalam menanamkan semangat perubahan positif sekaligus membekali warga binaan dengan keterampilan yang bermanfaat.
Dengan memanfaatkan bahan sederhana berupa bambu, para warga binaan dilatih untuk menghasilkan kerajinan tangan yang memiliki nilai ekonomi dan seni. Tidak hanya melatih keterampilan, kegiatan ini juga menjadi sarana pembentukan karakter, kedisiplinan, serta meningkatkan rasa percaya diri para peserta pembinaan.
Petugas Seksi Kegiatan Kerja, Ibnu Khairullah, mengatakan bahwa program pembinaan keterampilan tersebut diharapkan mampu menjadi bekal berharga bagi warga binaan saat kembali ke tengah masyarakat nantinya.
“Kami ingin warga binaan memiliki kemampuan dan keahlian yang bermanfaat. Melalui kerajinan miniatur tugu berbahan bambu ini, mereka belajar tentang kreativitas, kesabaran, dan tanggung jawab. Harapannya, setelah bebas nanti mereka bisa mandiri dan memiliki peluang usaha yang positif,” ujar Ibnu.
Proses pembuatan miniatur dilakukan secara bertahap, mulai dari pemilihan bambu, pemotongan, penghalusan, hingga perakitan detail-detail kecil agar menghasilkan bentuk yang menarik dan rapi.
Hasil karya tersebut pun mendapat apresiasi karena menunjukkan ketelitian dan kesungguhan para warga binaan dalam mengikuti pembinaan.
Salah seorang warga binaan bernama Surdi mengaku merasa bangga dapat menghasilkan karya dari tangannya sendiri. Ia menyebut kegiatan tersebut memberinya semangat baru untuk terus memperbaiki diri.
“Saya senang bisa belajar membuat kerajinan seperti ini. Selain menambah keterampilan, kegiatan ini membuat pikiran lebih positif dan memberi harapan untuk masa depan yang lebih baik,” ungkap Surdi.
Kegiatan pembinaan keterampilan di Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan menjadi bukti bahwa proses pembinaan tidak hanya berfokus pada menjalani masa pidana, tetapi juga membuka jalan perubahan bagi warga binaan agar lebih siap kembali menjadi bagian produktif di masyarakat.
Melalui tangan-tangan kreatif para warga binaan, bambu sederhana kini berubah menjadi simbol harapan, semangat pembinaan, dan kesempatan kedua untuk menata masa depan yang lebih baik. (ism).






