
Sidoarjo — Komitmen memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan tokoh agama kembali ditunjukkan Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, melalui ajang silaturahmi bersama 25 Gus dari Nahdlatul Ulama (NU) yang berasal dari 18 kecamatan di Kabupaten Sidoarjo.
Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh nuansa kekeluargaan tersebut digelar di kawasan Jl. Sultan Agung, Kabupaten Sidoarjo, Senin (06/04/2026). Forum ini tidak sekadar menjadi ajang temu kangen, tetapi juga ruang strategis untuk mempererat komunikasi sekaligus menyelaraskan visi pembangunan daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Hj. Mimik Idayana menegaskan bahwa pembangunan Sidoarjo tidak bisa hanya berfokus pada aspek fisik dan infrastruktur, tetapi harus menyentuh dimensi sosial, budaya, serta keagamaan. Peran tokoh agama, khususnya para Gus dari NU, dinilai memiliki posisi penting dalam menjaga keseimbangan tersebut.
“Silaturahmi ini bukan sekadar pertemuan biasa, tetapi menjadi ruang untuk menyampaikan capaian sekaligus menyerap aspirasi. Kami ingin memastikan pembangunan berjalan inklusif, selaras dengan nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat,” tegasnya.
Selain memaparkan berbagai capaian pembangunan, mulai dari infrastruktur, peningkatan layanan publik, hingga program pemberdayaan masyarakat, Wakil Bupati juga menyampaikan arah kebijakan dan rencana kerja ke depan sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pemerintah daerah.

Para Gus yang hadir menyambut positif kegiatan tersebut. Mereka menilai forum silaturahmi ini sebagai langkah konkret dalam membangun komunikasi dua arah antara pemerintah dan tokoh agama. Sejumlah masukan konstruktif pun disampaikan, di antaranya penguatan nilai keagamaan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta pentingnya menjaga stabilitas sosial di tengah dinamika pembangunan.
Diskusi berlangsung dinamis dan produktif, mencerminkan adanya kesamaan visi antara pemerintah daerah dan tokoh agama dalam mewujudkan Sidoarjo yang maju, harmonis, dan berdaya saing.
Lebih dari itu, para peserta menekankan bahwa kebersamaan dan persatuan harus menjadi fondasi utama dalam setiap langkah pembangunan. Tokoh agama diharapkan terus berperan sebagai penjaga moral sosial sekaligus jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.

Melalui forum ini, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berharap sinergi yang telah terjalin dapat semakin diperkuat dan berkelanjutan. Keterlibatan aktif para Gus NU diyakini mampu mendorong terciptanya pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada kemajuan fisik, tetapi juga pada kesejahteraan spiritual dan sosial masyarakat.
Dengan semangat kolaborasi, keterbukaan, dan kebersamaan, langkah ini menjadi bagian nyata dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang responsif, partisipatif, dan berkelanjutan menuju Sidoarjo yang semakin bermartabat. (Red)







