Cacatanpublik.com– Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Lumajang memicu terjadinya longsor di jalur penghubung Kecamatan Tempursari menuju Pronojiwo.(05/03/26)
Menyikapi kondisi tersebut, personel Polres Lumajang Polda Jawa Timur bersama warga bergerak cepat melakukan penanganan darurat dengan memperkuat tebing jalan yang terdampak.
Melalui jajaran Polsek Tempursari, puluhan personel kepolisian bersama masyarakat setempat bergotong royong memasang ratusan bronjong dari sak berisi pasir di lokasi longsor.
Upaya ini dilakukan untuk menahan pergerakan tanah serta mencegah terjadinya longsor susulan.
Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar melalui Kapolsek Tempursari Iptu Sukirno mengatakan,
pemasangan bronjong merupakan langkah darurat untuk menjaga stabilitas tebing yang longsor akibat intensitas hujan tinggi.
“Kami bersama warga melaksanakan kerja bakti memasang bronjong dari sak pasir sebagai penahan sementara agar tanah tidak kembali longsor, terutama saat hujan deras,” ujar Iptu Sukirno.
Ia menjelaskan, longsor tersebut mengakibatkan sebagian bahu jalan ambrol sehingga arus lalu lintas di jalur Tempursari–Pronojiwo sempat terganggu.
Untuk menjaga keselamatan pengguna jalan, petugas menerapkan sistem buka tutup bagi kendaraan yang melintas.
“Kendaraan roda empat masih bisa melintas secara bergantian dengan pengawasan petugas di lapangan.
Sistem buka tutup diberlakukan untuk mengantisipasi risiko kecelakaan di lokasi longsor,” tambahnya.
Selain melakukan penanganan darurat, pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melintasi jalur rawan longsor, terutama di musim penghujan.
Pengendara diminta mengurangi kecepatan serta mematuhi arahan petugas yang berjaga di lokasi.
Polres Lumajang bersama instansi terkait terus berkoordinasi untuk penanganan lanjutan agar jalur penghubung antar kecamatan tersebut dapat segera kembali normal dan aman digunakan masyarakat.
Diketahui, longsor terjadi pada Minggu (1/3/2026) malam di ruas jalan Desa Kaliuling menuju Desa Pundungsari, Kecamatan Tempursari. Berdasarkan data di lapangan, longsoran memiliki kedalaman sekitar 8 meter, dengan panjang kurang lebih 6 meter dan lebar sekitar 2 meter, sehingga sebagian badan jalan tergerus material tanah.






