Surabaya, cacatanpublik .com 05 Januari 2026 — Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan pendidikan yang ramah disabilitas melalui kolaborasi lintas pihak dan kepedulian berkelanjutan.
Upaya tersebut diwujudkan melalui penguatan kelembagaan Sekolah Luar Biasa (SLB), penyediaan bantuan bagi murid berkebutuhan khusus, serta apresiasi terhadap layanan deteksi dini hambatan pendengaran yang telah berjalan selama puluhan tahun.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan Pemprov Jatim adalah pengesahan SLB Karya Mulia Surabaya menjadi Sekolah Luar Biasa Negeri.
Pengesahan yang dilakukan secara simbolis oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ini menjadi tonggak penting, karena SLB Karya Mulia tercatat sebagai SLB Negeri pertama di Kota Surabaya.
SLB Karya Mulia telah berdiri sejak tahun 1954 dan sebelumnya dikelola oleh yayasan swasta.
Dengan perubahan status tersebut, pengelolaan sekolah kini berada di bawah Pemerintah Provinsi Jawa Timur,
sehingga diharapkan kualitas layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus semakin merata dan berkelanjutan.
“Kami mengapresiasi dan berterima kasih kepada pihak yayasan yang telah dengan penuh keikhlasan
mempercayakan SLB Karya Mulia kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Ini merupakan bentuk kolaborasi dan kepedulian nyata untuk pemerataan pendidikan ramah disabilitas,” ujar Gubernur Khofifah.
Dalam kunjungannya, Gubernur Khofifah juga meninjau berbagai fasilitas vokasi yang dimiliki SLB Karya Mulia, di antaranya unit salon sebagai sarana praktik keterampilan murid.
Fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya membekali murid dengan keterampilan praktis agar mampu hidup mandiri dan memiliki kesiapan memasuki dunia kerja.
Perhatian Pemprov Jatim terhadap anak berkebutuhan khusus juga terlihat melalui interaksi langsung Gubernur Khofifah dengan murid.
Ia mencicipi hasil olahan kue labu buatan murid SLB yang dipasarkan di kantin sekolah, serta membeli kain hasil karya murid sebagai bentuk dukungan terhadap kreativitas dan kemandirian mereka.
“Anak-anak berkebutuhan khusus memiliki potensi luar biasa.
Tugas kita adalah membuka akses, memberikan fasilitas, dan menumbuhkan rasa percaya diri agar mereka dapat berkembang secara optimal,” tuturnya.
Selain penguatan kelembagaan dan fasilitas pendidikan, Pemprov Jatim juga menyalurkan bantuan langsung kepada murid berkebutuhan khusus.
Bantuan tersebut meliputi kursi roda hasil kerja sama Australia dengan Global Village, alat bantu pendengaran dari Pemprov Jatim, serta bantuan biaya pendidikan.
Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Khofifah didampingi oleh Anggota Komisi X DPR RI, Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Komisi E Sri Untari dan Reni Astuti, Anggota DPRD Kota Surabaya Komisi C Herlina Harsono, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai, serta Penjabat Konsul Jenderal Australia di Surabaya Simon Anderson.
Upaya berkelanjutan Pemprov Jatim dalam mendukung anak berkebutuhan khusus juga memperoleh pengakuan.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur menerima piagam penghargaan atas dukungan dan peran selama 35 tahun terhadap pusat layanan deteksi dini anak dengan hambatan pendengaran yang diberikan oleh Hearing AID East Java.
Penghargaan tersebut menjadi bukti konsistensi kolaborasi antara pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan dalam memastikan deteksi dini gangguan pendengaran dapat dilakukan sejak usia dini, sehingga penanganan dan pendampingan anak dapat berjalan lebih efektif.
Melalui kolaborasi lintas sektor, kepedulian berkelanjutan, serta penguatan layanan pendidikan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus berupaya menghadirkan
sistem pendidikan yang ramah disabilitas dan berkeadilan, demi memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan meraih masa depan yang lebih baik.(Yud)







