Pasuruan —30 November 2025 Upaya membangun budaya tertib berlalu lintas di Kabupaten Pasuruan terus diperkuat oleh Polres Pasuruan melalui sosialisasi masif selama pelaksanaan Operasi Zebra Semeru 2025. Pendekatan edukatif yang dilakukan tidak hanya menyasar para pengendara di jalan raya, tetapi juga melibatkan masyarakat di berbagai pusat aktivitas.
Selama dua pekan operasi berlangsung, Polres Pasuruan berhasil memberikan sosialisasi keselamatan berkendara kepada 213.842 pengendara. Angka ini menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk memahami aturan lalu lintas melalui edukasi langsung dari aparat.
Kasat Lantas Polres Pasuruan, AKP Derie Fradesca, menegaskan bahwa keselamatan berlalu lintas hanya bisa terwujud jika masyarakat memiliki pemahaman yang benar terkait risiko dan aturan berkendara.
“Kami tidak hanya fokus pada penindakan. Edukasi adalah pondasi untuk membangun budaya aman dan tertib di jalan. Ketika masyarakat paham, mereka akan sadar bahwa keselamatan adalah prioritas,” ujar AKP Derie.
Menurutnya, pendekatan humanis yang diterapkan dalam sosialisasi membuat masyarakat lebih mudah menerima pesan-pesan keselamatan. Edukasi dilakukan di pasar, kawasan sekolah, area perkantoran, hingga titik rawan pelanggaran yang selama ini menjadi fokus pengawasan petugas.
Selain meningkatkan kesadaran, sosialisasi masif juga membantu Polres Pasuruan mengidentifikasi pola pelanggaran dan lokasi berisiko tinggi. Temuan ini menjadi dasar untuk mengatur strategi lebih efektif dalam menekan angka kecelakaan serta meningkatkan ketertiban.
Penegakan hukum tetap berjalan melalui ETLE dan patroli incar, namun dengan prinsip memberikan efek jera, bukan semata-mata menghukum. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keselamatan seluruh pengguna jalan.
AKP Derie menambahkan bahwa kesadaran tertib berlalu lintas tidak bisa dibangun hanya dalam satu program atau operasi jangka pendek.
“Keselamatan adalah investasi jangka panjang. Sosialisasi akan terus kami lakukan meski Operasi Zebra sudah berakhir. Kami ingin masyarakat tertib karena kesadaran, bukan karena takut razia,” tegasnya.
Ke depan, Polres Pasuruan telah menyiapkan pola komunikasi yang lebih terstruktur, termasuk menggandeng sekolah, komunitas motor, perusahaan, dan perangkat desa untuk memastikan pesan keselamatan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Dengan kerja sama seluruh pihak, Polres Pasuruan optimis Kabupaten Pasuruan dapat menjadi wilayah dengan tingkat kedisiplinan lalu lintas tertinggi di Jawa Timur.
Program edukasi dan penegakan hukum yang berjalan beriringan diharapkan mampu menciptakan lingkungan berlalu lintas yang lebih aman, tertib, dan bebas kecelakaan bagi seluruh warga.(Yud )







