Sidoarjo –28 November 2025 Kecamatan Tulangan menunjukkan komitmen kuat terhadap pelestarian lingkungan melalui program Tarian Tangan (Tanaman Ribuan Pepohonan di Kecamatan Tulangan), sebuah gerakan massal penanaman pohon yang melibatkan seluruh elemen pemerintahan hingga masyarakat. Kegiatan puncak dilaksanakan di Balai Desa Tlasih, Jumat , bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo.
Program yang berlangsung selama lima hari, 24–28 November 2025, ini dilaksanakan secara serentak di seluruh desa se-Kecamatan Tulangan. Setiap desa menggerakkan perangkatnya, RT/RW, lembaga kemasyarakatan, hingga warga untuk ikut menanam bibit pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan hidup.
Kepala DLHK Sidoarjo, Moh. Bahrul Amig, memberikan apresiasi atas inisiatif Kecamatan Tulangan. Menurutnya, gerakan ini merupakan langkah nyata yang relevan dengan kebutuhan pelestarian alam di tengah berbagai tantangan lingkungan global.
“Penanaman pohon adalah langkah penting, namun yang tidak kalah penting adalah merawatnya. Dua hal ini harus berjalan beriringan agar hasilnya berkelanjutan,” tegasnya.
Camat Tulangan, Asmara Hadi, dalam kesempatan tersebut menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung. Ia menjelaskan bahwa total bibit yang ditanam mencapai 8.000 pohon, yang terdiri dari:
2.000 bibit tabe buyah
3.000 bibit sengon
3.000 bibit tanaman buah
Ribuan bibit tersebut ditanam di berbagai titik pemukiman dan fasilitas umum di seluruh desa, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
“Antusiasme masyarakat luar biasa. Mulai perangkat desa hingga warga di setiap RT ikut bergerak. Semoga bibit yang ditanam hari ini menjadi investasi lingkungan bagi generasi mendatang,” ujar Camat Asmara.
Gerakan Tarian Tangan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat edukasi lingkungan kepada warga. Pemerintah Kecamatan Tulangan berharap gerakan ini mampu membangun budaya peduli lingkungan dan menjadi program berkelanjutan yang terus ditingkatkan setiap tahun.
Dengan langkah ini, Tulangan menegaskan diri sebagai wilayah yang tidak hanya berkembang dari sisi pembangunan, tetapi juga peka terhadap kelestarian alam yang menjadi fondasi keberlanjutan kehidupan masyarakat.(Yud)





