Surabaya 21 November 2025 — Semangat pemberantasan korupsi di lingkungan pendidikan kembali digaungkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui pengukuhan 76 Duta Pelajar Anti Korupsi Tahun 2025. Berlangsung di Hotel Haris Surabaya pada Rabu (19/11), acara ini menjadi simbol kuat komitmen Jawa Timur dalam membangun sekolah berintegritas dan generasi muda yang menjunjung tinggi nilai kejujuran.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, secara resmi menutup rangkaian Grand Final Duta Pelajar Anti Korupsi 2025. Dalam sambutannya, Aries menegaskan bahwa penyematan gelar duta bukan sekadar penghargaan, tetapi amanah moral yang harus diwujudkan dalam keseharian.
“Duta bukan hanya gelar, tetapi langkah berani untuk menjaga kejujuran setiap hari. Integritas adalah hadiah terbaik yang bisa kalian berikan untuk masa depan kalian sendiri,” tegas Aries di hadapan ratusan peserta dan tamu undangan.
Gerakan Sekolah Berintegritas Diperkuat
Program Duta Pelajar Anti Korupsi menjadi bagian penting dari konsep Gerakan Sekolah Berintegritas yang terus dikembangkan Dindik Jatim. Melalui program ini, pelajar diajak memahami nilai antikorupsi, menolak perilaku menyimpang, hingga menjadi penggerak budaya jujur di sekolah masing-masing.
Aries juga memastikan bahwa penguatan integritas tidak berhenti pada peserta didik saja. Pada tahun 2026 mendatang, Dindik Jatim akan meluncurkan Program Duta Guru Anti Korupsi sebagai perluasan gerakan antikorupsi di seluruh lini pendidikan.
76 Pelajar dari 38 Kabupaten/Kota Resmi Dikukuhkan
Prosesi pengukuhan dipimpin langsung oleh Aries dan Hani Matan, Analis Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi KPK RI. Acara berlangsung khidmat dengan pemasangan selempang, penyerahan piagam, serta pembacaan naskah pengukuhan oleh para duta baru.
Hani Matan memberikan pesan mendalam kepada seluruh peserta.
“Melalui duta antikorupsi di Jawa Timur ini kita dapat menunjukkan bahwa Indonesia mampu mencetak generasi yang bersih dari KKN. Jangan berhenti pada seremoni—wujudkan nilai integritas dalam tindakan kalian,” ungkapnya.
Partisipasi Daerah Meningkat, Jombang Raih Peserta Terbanyak
Sebagai bentuk apresiasi, Dinas Pendidikan Jatim memberikan penghargaan kepada Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) dengan jumlah peserta terbanyak pada program tahun ini. Jombang berhasil meraih peringkat pertama, disusul Nganjuk, Probolinggo, Pacitan, dan Jember.
Aries menyebut tingginya keterlibatan pelajar dari berbagai daerah sebagai bukti bahwa budaya integritas mulai tumbuh kuat di lingkungan sekolah Jawa Timur.
Penghargaan untuk Pelajar Berprestasi dalam Kampanye Antikorupsi
Acara juga turut memberikan penghargaan kepada pelajar terbaik dalam ajang Duta Anti Korupsi 2025. Mereka merupakan peserta pilihan yang telah melalui proses seleksi ketat dari tingkat sekolah hingga provinsi. Para juara dari peringkat pertama hingga harapan dua mendapatkan piagam sebagai bentuk apresiasi atas komitmen mereka mengampanyekan nilai antikorupsi.
Membangun Generasi Berkarakter
Ketua Dewan Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Prof. Dr. Warsono, M.S., menegaskan pentingnya kecerdasan moral bagi pelajar.
“Jadilah orang kaya: kaya ilmu, kaya sosial, dan kaya moral. Seperti mutiara, tetaplah berharga meski terpendam di dalam lumpur,” pesannya.
Jatim Tegaskan Komitmen Mewujudkan Pendidikan Bersih
Dengan pengukuhan 76 Duta Pelajar Anti Korupsi ini, Jawa Timur menegaskan komitmennya dalam mengawal gerakan sekolah berintegritas. Kolaborasi antara Dinas Pendidikan, KPK RI, dewan pendidikan, guru, serta pelajar menjadi pondasi kuat terciptanya ekosistem pendidikan yang bersih dan bermartabat.
Gerakan ini bukan hanya program tahunan, tetapi bagian dari upaya panjang membentuk generasi muda yang jujur, tangguh, dan siap menjaga masa depan bangsa dari praktik korupsi.(Yud)







