137 SLB di Jawa Timur Gandeng Industri, Tingkatkan Skill dan Peluang Kerja ABK

Cacatanpublik.com– Sebanyak 137 Sekolah Luar Biasa (SLB) negeri dan swasta di Jawa Timur menjalin kerja sama dengan dunia industri untuk meningkatkan keterampilan

serta membuka peluang kerja bagi anak berkebutuhan khusus (ABK). Kolaborasi ini difasilitasi oleh Dinas Pendidikan Jawa Timur sebagai bagian dari penguatan pendidikan inklusif.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT Indobismar dan ratusan SLB di Surabaya.

Program ini mencakup pelatihan keterampilan, praktik kerja lapangan (PKL), magang, hingga peluang rekrutmen bagi lulusan SLB.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa langkah ini menjadi upaya konkret untuk menghubungkan dunia pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja.

“Kami mendorong siswa berkebutuhan khusus untuk memiliki keterampilan yang relevan serta kesiapan menghadapi dunia kerja.

Melalui kerja sama ini, mereka mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkembang,” ujarnya.

Aries menjelaskan, selama ini lulusan SLB masih menghadapi keterbatasan akses kerja. Oleh karena itu, keterlibatan industri menjadi solusi strategis

untuk menjembatani kesenjangan tersebut sekaligus memperkuat konsep link and match antara pendidikan dan dunia usaha.

Selain siswa, program ini juga melibatkan guru melalui pelatihan dan magang agar mampu meningkatkan kompetensi dalam membimbing peserta didik sesuai kebutuhan industri.

Sementara itu, CEO PT Indobismar, Siswanto, menyatakan komitmennya untuk mendukung pengembangan potensi siswa SLB.

Ia menilai setiap individu memiliki kemampuan yang dapat berkembang jika diberi kesempatan dan pendampingan yang tepat.

“Kami membuka ruang bagi siswa SLB untuk belajar langsung di lingkungan kerja.

Kami juga menyesuaikan program pelatihan dengan karakteristik dan kemampuan masing-masing peserta,” jelasnya.

Melalui kerja sama ini, perusahaan akan menyediakan berbagai program mulai dari pelatihan dasar hingga peluang kerja nyata.

“Dengan demikian, lulusan SLB diharapkan tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu beradaptasi di lingkungan profesional.

Pemprov Jawa Timur berharap kolaborasi ini mampu menciptakan ekosistem pendidikan inklusif yang lebih kuat.

Sinergi antara sekolah, pemerintah, dan dunia industri diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang mandiri, produktif, serta berdaya saing tinggi di dunia kerja.

Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen Jawa Timur dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif dan relevan dengan kebutuhan zaman,

“sehingga seluruh peserta didik, termasuk ABK, memiliki kesempatan yang setara untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *